INGATLAH – Mayoritas warga Kota Pekanbaru menilai situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di ibu kota Provinsi Riau ini dalam kondisi aman.
Hal ini terungkap dari hasil survei Litbang RiauOnline yang dilakukan pada 6 hingga 20 Maret 2025.
Sebanyak 67,80 persen responden menyatakan Pekanbaru adalah kota yang aman, sementara 32,20 persen lainnya merasa masih belum aman.
Kepala Litbang RiauOnline, Dr. Al Sukri, menjelaskan bahwa meskipun mayoritas merasa aman, masyarakat tetap menaruh perhatian serius terhadap keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) dan warung remang-remang yang berdiri dekat permukiman penduduk.
Sebanyak 88,05 persen warga mengaku sangat terganggu dengan keberadaan tempat-tempat tersebut.
Hanya 11,71 persen yang tidak terganggu, dan 0,24 persen memilih tidak menjawab.
“Mayoritas warga menilai kota ini aman, namun mereka sangat terganggu dengan THM dan warung remang-remang di dekat rumah mereka,” kata Al Sukri, Jumat (2/5/2025).
Survei ini melibatkan 410 responden yang tersebar di 41 kelurahan di 15 kecamatan di Kota Pekanbaru, dengan komposisi seimbang antara laki-laki dan perempuan.
Survei dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error ±5 persen.
Terkait kriminalitas, begal menjadi jenis kejahatan yang paling dirasakan warga, sebagaimana diungkapkan oleh 43,66 persen responden.
Diikuti oleh kasus pencurian (39,27 persen), premanisme (8,05 persen), dan geng motor (6,83 persen). Sebanyak 2,20 persen responden tidak memberikan jawaban.
Wakil Kepala Litbang RiauOnline, M. Zainuddin, menambahkan bahwa mayoritas warga juga sangat mendukung langkah tegas Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menertibkan dan menutup selamanya THM serta warung remang-remang yang terbukti mengganggu ketentraman warga.
“Bahkan 95,85 persen responden setuju jika Pemko mencabut izin operasional tempat hiburan yang terbukti menjadi lokasi peredaran narkoba,” ungkap Zainuddin, kandidat doktor ilmu politik dari Universitas Andalas.
Dalam survei sebelumnya, Litbang RiauOnline juga menemukan bahwa 78,05 persen warga yakin pasangan Wali Kota-Wakil Wali Kota Agung Nugroho dan Markarius Anwar mampu menyelesaikan berbagai permasalahan krusial di kota ini.
Di antaranya masalah banjir (41,71 persen), jalan rusak (27,80 persen), sampah (15,37 persen), parkir liar (12,93 persen), gelandangan dan pengemis (1,71 persen), serta penertiban pedagang kaki lima (0,49 persen).(thohir)





