BeritaUtama

Tragis! Bocah 3 Tahun Tenggelam di Kanal Perkebunan Sawit Pelalawan

×

Tragis! Bocah 3 Tahun Tenggelam di Kanal Perkebunan Sawit Pelalawan

Sebarkan artikel ini
Kasat Polairud Polres Pelalawan, AKP Ade Santoso saat berdiakusi dengan petugas SAR.(ist)
Kasat Polairud Polres Pelalawan, AKP Ade Santoso saat berdiakusi dengan petugas SAR.(ist)

PELALAWAN – Peristiwa tragis terjadi di areal kanal perkebunan kelapa sawit milik PT PKS, Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Seorang bocah berusia 3 tahun, T Kenzi Alvazio, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kanal pada Minggu (16/3), sehari setelah dinyatakan hilang.

Kasat Polairud Polres Pelalawan, AKP Ade Santoso, mengungkapkan bahwa bocah malang tersebut awalnya ditinggalkan sendirian oleh ayahnya, T Rustam Efendi (39), di atas sepeda motor saat sang ayah mencari kayu bakar di area perkebunan, sekitar satu kilometer dari rumah mereka.

“Korban awalnya masih terlihat duduk di atas sepeda motor, berjarak sekitar 50 meter dari lokasi ayahnya mencari kayu. Namun, ketika ayahnya kembali, korban sudah tidak ada,” ujar AKP Ade Santoso, Minggu (16/3).

Baca Juga  Fadly Amran Ajak Perusahaan di Padang Alokasikan CSR untuk Proteksi Pekerja Rentan

Panik, sang ayah berusaha mencari anaknya selama 15 menit, namun tidak menemukannya. Ia pun segera pulang ke rumah untuk memberi tahu keluarga. Warga sekitar kemudian turut membantu pencarian, tetapi hasilnya nihil.

Tim Polairud Polres Pelalawan segera berkoordinasi dengan BPBD, Basarnas, serta relawan untuk memperluas pencarian.

Namun, kondisi lokasi yang tergenang banjir akibat hujan deras dan keberadaan kanal yang dalam menjadi kendala serius.

Medan yang sulit hanya memungkinkan pencarian dilakukan menggunakan kendaraan berpenggerak roda empat (4×4) atau speed boat.

Baca Juga  15 Tersangka Pembunuhan Gajah Sumatera di Ukui Ditangkap, 3 DPO Masih Diburu

Setelah pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kanal perkebunan. Jenazahnya langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

  • Polisi Imbau Warga Waspada

Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat membawa anak-anak ke area berisiko seperti perkebunan dan daerah rawan banjir.

“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Kami mengingatkan agar orang tua lebih waspada dalam menjaga anak-anak, terutama di lingkungan yang berpotensi membahayakan,” pungkas AKP Ade Santoso.

Kasus ini menjadi peringatan bagi orang tua agar selalu memperhatikan keselamatan anak-anak, terutama di area terbuka dan dekat perairan.