INGATLAH.COM – Wilayah kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera VII mencakup beberapa bendung utama yang memiliki peran penting dalam sistem irigasi dan pengelolaan air.
Selain sebagai infrastruktur vital bagi pertanian, beberapa bendung ini juga memiliki potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Berikut adalah enam bendung yang terdapat di wilayah tersebut:
1. Bendung Air Ketahun, Kabupaten Lebong
Bendung ini dibangun oleh Belanda dan mengalami rehabilitasi pada tahun 1980. Bendung ini mengairi areal seluas 3.010 hektare di sisi kiri.
Potensi wisata terletak di wilayah yang dikelilingi perbukitan hijau, bendung ini dapat menjadi tempat bersantai sambil menikmati pemandangan alam yang asri.
2. Bendung Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko
Dibangun pada tahun 1983 hingga 1986, bendung ini mengairi lahan pertanian seluas 9.493 hektare di kedua sisi (kanan dan kiri).
Potensi wisata sungai di sekitar bendung ini bisa dimanfaatkan untuk aktivitas memancing dan wisata air.
3. Bendung Air Seluma, Kabupaten Seluma
Pembangunan bendung ini berlangsung dari tahun 1975 hingga 1980.
Dengan luas area irigasi mencapai 7.467 hektare, bendung ini berfungsi untuk mengaliri kedua sisi (kanan dan kiri).
Potensi wisata keindahan alam di sekitar bendung ini menarik bagi pencinta fotografi dan pengunjung yang ingin menikmati suasana pedesaan yang tenang.
4. Bendung Air Nipis Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan
Bendung ini dibangun pada periode 1984 hingga 1986.
Dengan cakupan area seluas 3.116 hektare, bendung ini melayani irigasi di kedua sisi (kanan dan kiri).
Potensi wisata dekat dengan area perkebunan dan persawahan yang menawarkan pengalaman wisata edukatif mengenai pertanian dan irigasi.
5. Bendung Air Lais Kuro Tidur, Kabupaten Bengkulu Utara
Dibangun antara tahun 1980 hingga 1983, bendung ini memiliki cakupan irigasi seluas 6.063 hektare yang terletak di sisi kanan.
Potensi wisata berada di jalur menuju beberapa destinasi wisata di Bengkulu Utara, bendung ini bisa menjadi tempat persinggahan bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan sungai dan bendungan.
6. Bendung Air Alas, Kabupaten Seluma
Bendung ini dibangun pada tahun 1996 hingga 1998.
Dengan cakupan area seluas 4.500 hektare, bendung ini mengaliri lahan di kedua sisi (kanan dan kiri).
Potensi wisata dekat dengan berbagai ekosistem alami yang menarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan alam Bengkulu.
Keenam bendung ini tidak hanya berperan krusial dalam mendukung sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya air, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata alternatif.
Dengan perawatan dan optimalisasi yang tepat, bendung-bendung ini dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat, baik dari segi ketahanan pangan maupun pariwisata lokal. (*)





