Gaya Hidup

Pelestarian Penyu di Tukik Babel untuk Konservasi dan Edukasi

×

Pelestarian Penyu di Tukik Babel untuk Konservasi dan Edukasi

Sebarkan artikel ini
Konservasi Penyu [Foto: Hatchlings Babel Sea Turtle Conservation]
Konservasi Penyu [Foto: Hatchlings Babel Sea Turtle Conservation]

INGATLAH.COM – Sebuah kawasan pesisir di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kini menjadi pusat konservasi penyu yang dikenal dengan nama Tukik Babel.

Terletak di kawasan Pantai Tongaci, Sungailiat, penangkaran ini didirikan oleh Sian Soegito pada 28 Mei 2009 dengan tujuan utama mempertahankan populasi penyu yang semakin terancam punah.

Tukik Babel tidak hanya berfungsi sebagai tempat konservasi, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukatif bagi masyarakat.

Di sini, para pengunjung dapat belajar tentang siklus hidup dan perkembangbiakan penyu, yang merupakan salah satu hewan vertebrata kelas reptilia.

Baca Juga  Menjelajahi Sungai Manna Destinasi Arung Jeram Menantang di Bengkulu Selatan

Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 10 ribu, wisatawan bisa menikmati pengalaman langsung dalam mengenal lebih dekat spesies penyu yang hidup di perairan Indonesia.

Keunikan tempat ini menarik perhatian banyak pengunjung dari berbagai latar belakang, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Mulai dari pelajar TK hingga mahasiswa perguruan tinggi sering mengunjungi tempat ini untuk menambah wawasan tentang keberlangsungan hidup penyu.

Selain itu, kawasan ini juga kerap menjadi destinasi bagi wisatawan yang tertarik dengan konservasi alam.

Baca Juga  Pesona Pantai Papuma Jember dengan Karang-karang Menawan

Penyu sendiri merupakan jenis kura-kura laut yang telah ada sejak akhir zaman purba, sekitar 145 hingga 208 juta tahun yang lalu, atau seusia dengan dinosaurus.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, populasi penyu mengalami penurunan drastis akibat perburuan telur secara ilegal serta meningkatnya ancaman dari predator alami.

Dengan adanya konservasi seperti Tukik Babel, diharapkan upaya pelestarian penyu dapat terus berjalan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelangsungan hidup spesies langka ini. (*)