Berita

Anjing Rabies Gigit Anak di Kuranji, Warga Diminta Waspada

×

Anjing Rabies Gigit Anak di Kuranji, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Seekor anjing di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, terkonfirmasi rabies setelah menggigit seorang anak pada Senin (10/2/2025).

Hasil pemeriksaan laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi yang dirilis Dinas Pertanian Kota Padang mengonfirmasi bahwa otak anjing tersebut mengandung virus rabies.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, membenarkan temuan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya segera mengambil langkah pencegahan.

“Hasil labor anjing yang menggigit kemarin positif rabies. Sampel diambil dari otaknya setelah diperiksa di Balai Veteriner Baso Bukittinggi,” ujar Yoice, Selasa (11/2/2025).

Menindaklanjuti kasus ini, Dinas Pertanian Kota Padang berencana mengadakan vaksinasi massal bagi Hewan Penular Rabies (HPR) di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga  Tim Barongsai HBT Kota Padang Tampilkan Kerukunan di HAB Kemenag ke-79

Koordinasi dengan Lurah Kuranji dan ketua RT setempat telah dilakukan untuk memastikan proses vaksinasi berjalan lancar.

“Vaksinasi HPR segera akan dilakukan, dan sejauh ini masyarakat cukup kooperatif dalam mengikuti vaksinasi rabies untuk hewan peliharaannya,” tambah Yoice.

Kasus Gigitan Anjing Rabies di Kuranji Meningkat

Kasus anjing rabies menggigit warga bukan pertama kali terjadi di Kuranji. Lurah Kuranji, Syafrizal, mencatat adanya peningkatan kejadian serupa sejak awal tahun 2025.

Tercatat, pada 13 Januari 2025, seorang warga berinisial M (40) digigit anjing di bagian tumit kanan.

Selanjutnya, pada 16 Januari 2025, seorang anak berinisial DMP (10) mengalami gigitan di betis kanan.

Baca Juga  Selama 2024, Kejati Riau Tuntut Hukuman Mati 12 Terdakwa Narkotika

Kasus terbaru menimpa A (10), yang digigit di paha kanan dan betis kiri pada Januari 2025.

“Dengan adanya kejadian ini, kami segera mengadakan rapat dengan para RW dan pihak terkait untuk membahas langkah pencegahan, termasuk vaksinasi rabies bagi hewan peliharaan warga,” kata Syafrizal.

Selain koordinasi dengan RT dan RW, pertemuan tersebut juga akan melibatkan lembaga swadaya masyarakat (LSM) guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies.

Pemerintah Kota Padang mengimbau warga agar segera melaporkan jika menemukan anjing liar dengan perilaku agresif atau mencurigakan.

Kesadaran dan tindakan cepat menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran rabies di wilayah tersebut. (*)