INGATLAH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Riau, kali ini terjadi di Kota Dumai.
Lahan gambut di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, terbakar sejak beberapa hari lalu, menyebabkan asap tebal menyelimuti wilayah tersebut.
Kepala Manggala Agni Sumatera V/Dumai, Ismail Hasibuan, mengungkapkan bahwa kebakaran telah berlangsung selama sepekan dan menghanguskan lahan kosong serta perkebunan sawit yang baru ditanam.
Hingga Selasa (11/2), tim gabungan masih berupaya keras untuk mencegah api meluas.
“Petugas gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat peduli api (MPA) telah diterjunkan ke lokasi. Saat ini, api di permukaan sudah padam, tetapi bara di dalam gambut masih menyala dan terus menghasilkan asap tebal,” jelas Ismail.
Diperkirakan, kebakaran telah menghanguskan sekitar 2 hingga 3 hektare lahan dengan kedalaman gambut mencapai 3 meter, sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Meskipun di permukaan terlihat padam, bara api di dalam tanah masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Kami membutuhkan waktu dan upaya ekstra untuk memastikan api benar-benar padam, karena kebakaran di gambut bisa berlangsung lama,” tambahnya.
Untuk mengatasi kebakaran ini, satu regu Manggala Agni telah dikerahkan dengan mesin pompa air.
Petugas menerapkan strategi pengepungan titik api guna mencegah penyebaran ke area lain. Namun, angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
Pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
“Pencegahan dan kesiapsiagaan adalah kunci agar bencana asap tidak kembali melanda Riau. Jangan sampai kelalaian manusia memperburuk situasi,” tegas Ismail.
Dengan kondisi cuaca yang semakin kering, langkah mitigasi perlu diperketat guna menghindari kebakaran yang lebih luas di wilayah Riau. (*)





