Gaya Hidup

Sejarah dan Legenda Pulau Berhala

×

Sejarah dan Legenda Pulau Berhala

Sebarkan artikel ini
Pantai Pulau Berhala [Foto: Tripadvisor]
Pantai Pulau Berhala [Foto: Tripadvisor]

INGATLAH.COM – Nama “Pulau Berhala” ternyata memiliki kisah sejarah yang menarik.

Pulau ini dinamai berdasarkan seorang bangsawan Turki bernama Ahkmad Barus II, yang diperkirakan menginjakkan kaki pertama kali di pulau ini.

Namanya kemudian dikenal dengan sebutan Datuk Paduko Berhalo.

Menurut catatan sejarah, Ahkmad Barus II mungkin datang ke pulau ini dalam upaya menyebarkan Islam sambil berdagang.

Namun, ia terdampar di Pulau Berhala dan akhirnya menikahi Putri Selaras Pinang Masak. Keduanya memimpin kerajaan Melayu II secara turun-temurun.

Keturunan mereka dikenal sebagai Orang Kayo Pingal, Orang Kayo Kadataran, Orang Kayo Hitam, dan Orang Kayo Gemuk.

Salah satu keturunan paling terkenal adalah Orang Kayo Hitam, yang memiliki keris Siginjei dan menjadi raja Jambi pada generasinya.

Baca Juga  BPKP Buka Lowongan CPNS Tahun Anggaran 2024, 831 Posisi Tersedia

Sejarah menarik ini tertulis dalam buku “Sejarah Nasional Indonesia III” yang diterbitkan oleh Balai Pustaka.

Nama Pulau Berhala mengabadikan jejak sejarah Datuk Paduko Berhalo dan menjadi warisan budaya yang menarik.

Selain nilai sejarahnya, Pulau Berhala memiliki status istimewa sebagai salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

Keberadaannya sebagai pulau terluar menjadikannya objek perhatian penting bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan.

Hal ini memastikan bahwa area pulau tetap aman untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, Pulau Berhala juga dikenal dengan keindahan alamnya.

Baca Juga  Mengenal Bundaran Keris, Pusat Kulineran Seru di Pekanbaru

Pulau ini memiliki pantai berpasir putih yang bersih, air laut yang jernih, serta ekosistem laut yang kaya, menjadikannya destinasi wisata yang menarik bagi para pencinta alam dan penyelam.

Terumbu karang yang masih alami menawarkan keindahan bawah laut yang memukau, sementara vegetasi tropisnya memberikan kesejukan alami bagi pengunjung.

Pulau ini juga merupakan habitat penyu langka yang sering bertelur di pesisir pantainya.

Upaya konservasi telah dilakukan untuk menjaga ekosistem laut dan memastikan keberlangsungan hidup penyu di kawasan ini.

Selain itu, kegiatan seperti snorkeling, menyelam, dan berkemah di pulau ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan dan keindahan alam yang masih asri. (*)