Internasional

Sejarah Benteng Kuto Besak di Kota Palembang

×

Sejarah Benteng Kuto Besak di Kota Palembang

Sebarkan artikel ini
Benteng Kuto Besak [Foto: Wikipedia]
Benteng Kuto Besak [Foto: Wikipedia]

INGATLAH.COM – Benteng Kuto Besak adalah peninggalan bersejarah di Palembang yang dibangun oleh pribumi, bukan kolonial Belanda.

Usulan pembangunannya dimulai pada masa Sultan Mahmud Badaruddin I, dan realisasinya dilakukan pada tahun 1780 di bawah pemerintahan Sultan Muhammad Bahauddin.

Pembangunan benteng ini memakan waktu sekitar 17 tahun dan diresmikan sebagai tempat kediaman sultan beserta keluarganya pada 21 Februari 1792.

Pada masa itu, benteng ini berdiri strategis di tepian Sungai Musi, dikelilingi anak-anak sungai seperti Sungai Sekanak di barat, Sungai Tengkuruk di timur, dan Sungai Kapuran di utara, sehingga seolah berdiri di atas pulau.

Saat ini, Benteng Kuto Besak ditempati oleh Komando Daerah Militer (Kodam) Sriwijaya.

Arsitektur benteng ini berbentuk persegi panjang berukuran 288,75 meter × 183,75 meter, dengan dinding setebal 1,99 meter dan tinggi 9,99 meter.

Baca Juga  Dramatis! Inggris Tumbang 1-2 atas Argentina di Menit Akhir

Di setiap sudut benteng terdapat selekoh berbentuk trapesium (utara, timur, selatan) dan segi lima (barat).

Benteng memiliki tiga pintu gerbang yang terletak di timur laut, barat laut, dan tenggara.

Terdapat dermaga di depan benteng untuk akses menuju Sungai Musi, lengkap dengan gerbang beratap limasan. Di dalam benteng terdapat alun-alun, meriam di gerbang utama, serta dua bangunan kayu tanpa dinding sebagai tempat duduk sultan.

Awalnya, Benteng Kuto Besak berfungsi sebagai keraton dan pusat Kesultanan Palembang pada abad XVIII.

Sultan Mahmud Bahauddin memindahkan pusat pemerintahan dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak. Benteng ini juga menjadi simbol kekuatan politik dan militer, dilengkapi dengan meriam besi dan kuningan.

Baca Juga  Menelusuri Jejak Sejarah di Lubang Tambang Mbah Soero, Sawahlunto

Di dalamnya terdapat berbagai ruangan seperti balai agung, keputren, paseban, ruang tamu, tempat kediaman sultan, kolam dengan perahu, taman, serta jalan menuju masjid utama kerajaan.

Saat ini, kawasan Benteng Kuto Besak menjadi destinasi wisata yang menawarkan pemandangan Sungai Musi dan bangunan bersejarah.

Plaza di sekitarnya menjadi ruang terbuka yang sering digunakan untuk berbagai acara.

Di malam hari, area ini dihiasi lampu taman yang memantulkan cahaya indah di permukaan Sungai Musi.

Pemerintah Kota Palembang juga merencanakan pengembangan lebih lanjut untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat wisata budaya dan sejarah.

Lokasi: Jalan Sultan Mahmud Badarudin, 19 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. (*)