Gaya Hidup

Mi Gomak Hidangan Khas Batak Toba yang Ikonik

×

Mi Gomak Hidangan Khas Batak Toba yang Ikonik

Sebarkan artikel ini
Mi Gomak khas Medan [Foto:cookpad/@meriyoana]
Mi Gomak khas Medan [Foto:cookpad/@meriyoana]

Mi gomak adalah masakan khas Batak Toba dari Sumatera Utara yang berasal dari daerah sekitar Danau Toba, seperti Porsea, Balige, Laguboti, Tarutung, hingga Tapanuli Selatan.

Hidangan ini juga dapat ditemukan di berbagai wilayah Sumatera Utara, seperti Medan, Siantar, Parapat, Labuhan Batu, Sibolga, hingga Deli Serdang.

Popularitasnya telah meluas hingga ke berbagai provinsi lain di Indonesia, menjadikan mi gomak sebagai salah satu hidangan favorit lintas daerah, terutama di kalangan masyarakat yang mengenal masakan khas Batak, baik Toba maupun Mandailing.

Nama “mi gomak” memiliki beberapa versi asal usul. Dalam bahasa Batak Toba, kata “gomak” berarti “ambil” atau “peras“.

Baca Juga  Tidak Mahal! Tapi HP OPPO Ini Terbaik Versi David GadgetIn

Konon, pada awalnya mi ini disajikan dengan cara digomak, yaitu diambil atau digenggam langsung dengan tangan kosong sebelum diletakkan di piring.

Saat ini, sebagian penjual masih menggunakan tangan (dengan lapisan plastik atau sarung tangan) untuk menyajikan mi gomak, meskipun banyak yang telah beralih menggunakan sendok atau garpu.

Bahan dan Ciri Khas
Mi gomak dibuat dari mi lidi berbahan dasar tepung terigu.

Bentuk mentahnya yang lurus dan kaku menyerupai lidi membuatnya sering disamakan dengan spageti Italia, sehingga mi gomak juga dikenal sebagai “spageti Batak“.

Namun, perbedaannya terletak pada bumbu rempah khas Batak yang digunakan, terutama andaliman, yang dikenal sebagai merica Batak.

Baca Juga  Gulai Cubadak, Makanan Khas Minangkabau yang Penuh Makna dan Cita Rasa

Mi gomak dapat disajikan dalam dua variasi: dengan kuah atau tanpa kuah (goreng).

  • Mi Gomak Kuah: Mi yang telah direbus disajikan dengan kuah panas yang terpisah, kemudian dituangkan saat penyajian.
  • Mi Gomak Goreng: Mi ditumis dengan sedikit air hingga bumbu meresap sempurna.

Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan telur rebus dan aneka gorengan, seperti ubi goreng, pisang goreng, tempe goreng, atau tahu goreng.

Beberapa penjual masih memasak mi gomak menggunakan tungku tradisional, yang dipercaya dapat meningkatkan aroma masakan dan membuat bumbu lebih meresap dibandingkan jika dimasak dengan kompor biasa. (*)