INGATLAH.COM – Persebaya Surabaya kembali menelan pil pahit di BRI Liga 1 2024/25.
Bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (17/1) sore, Bajul Ijo secara mengejutkan tumbang 0-2 dari tamunya, Malut United FC.
Kekalahan ini menjadi yang pertama di kandang musim ini sekaligus memperpanjang tren negatif dengan tiga kekalahan beruntun.
Malut United memastikan kemenangan lewat gol Junior Brandao di menit ke-73 dan gol bunuh diri Ardi Idrus di menit ke-82.
Ironisnya, Persebaya sebenarnya sempat memiliki peluang emas di awal pertandingan.
Wasit Ko Hyung-jin asal Korea Selatan menunjuk titik putih setelah Safrudin Tahar melanggar Toni Firmansyah di kotak penalti.
Namun, eksekusi penalti Bruno Moreira gagal menjadi gol.
Sepakan pemain asal Brasil itu hanya membentur tiang gawang.
Kesempatan emas yang terbuang itu menjadi awal dari serangkaian kegagalan Persebaya dalam memanfaatkan peluang.
“Kami memulai pertandingan dengan baik, bahkan mendapat penalti di awal. Tapi Bruno gagal mencetak gol, dan ini pertama kalinya dia gagal dari titik putih. Babak pertama kami bermain cukup bagus, tapi tidak ada gol. Di babak kedua, kami membuat dua kesalahan besar dan kebobolan,” ujar pelatih Persebaya, Paul Munster, seusai pertandingan.
Setelah gol kedua Malut United, kekecewaan suporter Bonek mulai memuncak.
Chants bernada kritik menggema di stadion, mengarahkan kekecewaan mereka pada performa tim.
Munster tak menutup mata terhadap kritik tersebut dan meminta maaf kepada suporter.
“Saya masih sulit percaya dengan hasil ini. Saya hanya bisa meminta maaf kepada Bonek dan Bonita atas kekalahan ini. Saya tahu semua kecewa, begitu juga kami. Tapi perjalanan musim ini masih panjang, dan kami akan bangkit serta mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya,” tambah pelatih asal Irlandia Utara itu.
Sebelum kekalahan ini, Persebaya juga kalah di dua laga tandang melawan Bali United (0-2) pada 28 Desember dan PSS Sleman (1-3) pada 11 Januari.
Selanjutnya, Bajul Ijo akan melawat ke kandang PS Barito Putera pada pekan ke-20, Sabtu (25/1).
Bisakah Persebaya bangkit dan menghentikan tren negatif? Semua akan ditentukan di pertandingan mendatang.(*)





