INGATLAH.COM – Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat pencapaian luar biasa sepanjang tahun 2024 dengan surplus beras sebesar 5.280 ton.
Data dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) menunjukkan bahwa produksi beras melebihi kebutuhan masyarakat, berkat dukungan kuat pemerintah dan bantuan kepada petani yang terus meningkat.
Menurut Kepala DKP3 Sawahlunto, Heni Purwaningsih, surplus ini dicapai meskipun terdapat tantangan seperti bencana alam dan serangan hama di beberapa area sawah.
“Produksi beras tetap stabil berkat bantuan yang diberikan kepada petani, mulai dari dana Bantuan Tak Terduga (BTT), CSR Bank Indonesia, hingga dukungan APBD, APBN, dan bantuan lainnya,” ujar Heni, Kamis (16/1/2025).
Heni menjelaskan, kebutuhan beras masyarakat Sawahlunto pada 2024 mencapai 6.063 ton untuk 68.380 jiwa, dengan rata-rata konsumsi per kapita sebesar 7,39 kilogram per bulan.
Di sisi lain, produksi beras mencapai 11.343 ton sepanjang tahun, sehingga menghasilkan surplus sebesar 5.280 ton.
“Surplus ini memungkinkan kebutuhan beras di Sawahlunto untuk tahun 2025 dapat tercukupi hingga bulan Oktober,” tambahnya.
Meski 34 hektare sawah terdampak bencana alam dan serangan hama, produktivitas tetap terjaga karena berbagai bentuk bantuan, sepertim dana BTT untuk benih dan pupuk, CSR Bank Indonesia berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), dan bantuan pemerintah daerah dan pusat, seperti pompanisasi, pipanisasi, rehab irigasi, insektisida, dan lainnya.
“Bantuan-bantuan ini telah memberikan dampak positif pada peningkatan produktivitas lahan pertanian di Sawahlunto, khususnya area sawah,” jelas Heni.
Heni optimistis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut. “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Semoga pada tahun 2025, surplus beras bisa dipertahankan bahkan meningkat,” harapnya.
Dengan keberhasilan ini, Kota Sawahlunto tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan pangan warganya, tetapi juga menunjukkan ketahanan pangan yang luar biasa di tengah tantangan yang dihadapi. (*)





