INGATLAH.COM – PSBS Biak harus puas berbagi poin dengan Persib Bandung setelah pertandingan pekan ke-18 BRI Liga 1 2024/25 di Stadion Lukas Enembe, Sabtu (11/1), berakhir dengan skor 1-1.
Hasil ini menjadi kekecewaan tersendiri bagi tim dan pelatih Emral Abus yang menilai kemenangan seharusnya bisa diraih.
Dalam laga tersebut, PSBS Biak sempat kesulitan menghadapi dominasi permainan Persib di awal pertandingan.
Namun, tim berhasil bangkit dan menguasai jalannya laga. Sayangnya, pelanggaran krusial yang dilakukan Fabiano Beltrame terhadap David da Silva di penghujung pertandingan membuat peluang kemenangan hilang.
Pelatih PSBS, Emral Abus, mengaku kecewa karena target tiga poin yang dicanangkan tidak tercapai. Meski begitu, ia tetap memberikan apresiasi atas perjuangan anak asuhnya yang tampil maksimal di lapangan.
“Secara hasil, tentu kami kecewa karena target tidak tercapai. Tapi anak-anak sudah bermain maksimal. Di awal pertandingan, kami kewalahan menghadapi ball possession Persib yang sangat kuat. Namun, kami berhasil membalikkan keadaan dan sebenarnya punya peluang untuk menang,” ujar pelatih berkacamata itu.
Namun, momen pelanggaran di akhir pertandingan menjadi penentu hasil imbang ini.
Hasil tersebut menambah catatan inkonsistensi PSBS sepanjang musim ini.
Saat ini, tim berada di peringkat ke-11 klasemen sementara BRI Liga 1 2024/25 dengan 26 poin.
Emral Abus juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua, khususnya pendukung PSBS Biak, yang telah hadir langsung di stadion untuk memberikan dukungan.
“Kami, dari jajaran staf pelatih, meminta maaf kepada masyarakat Papua, khususnya masyarakat Biak, yang telah jauh-jauh datang ke sini untuk mendukung tim. Kami belum bisa memberikan hasil yang diharapkan. Mudah-mudahan ke depan kami bisa tampil lebih baik dan memberikan prestasi yang membanggakan,” tutur Emral Abus.
Dengan dukungan penuh dari para suporter setia, PSBS Biak bertekad memperbaiki performa mereka dan kembali bersaing di papan tengah klasemen Liga 1.
Tantangan besar menanti, namun harapan untuk meraih prestasi masih terbuka lebar.





