INGATLAH.COM – PS Barito Putera harus menelan pil pahit saat menghadapi Persija Jakarta pada laga pekan ke-18 BRI Liga 1 2024/25 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (10/1).
Laga dramatis ini dihiasi lima gol dan satu kartu merah yang menjadi momen krusial, membuat Barito menyerah dengan skor 2-3 dari Macan Kemayoran.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Persija langsung unggul saat laga baru berjalan tiga menit melalui gol bunuh diri bek Barito, Renan Alves.
Namun, PS Barito Putera tak tinggal diam. Eksel Runtukahu menyamakan kedudukan pada menit ke-19, memberikan harapan bagi Laskar Antasari.
Namun, jelang babak pertama berakhir, Persija kembali memimpin lewat aksi tajam Marko Simic di menit ke-44.
Gol ini menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 bagi Macan Kemayoran.
Babak kedua menjadi awal kebangkitan Barito. Rahmad Darmawan, pelatih Barito, mengubah strategi dengan beralih ke formasi empat bek sejajar.
Perubahan ini terbukti efektif, saat pemain anyar Matias Mier mencetak gol penyama di menit ke-46, membuat skor kembali imbang 2-2.
Namun, momen krusial terjadi ketika pemain pengganti Barito, Buyung Ismu, diganjar kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras.
Bermain dengan 10 orang, Barito kehilangan momentum untuk mendominasi laga.
Persija, yang unggul jumlah pemain, memanfaatkan situasi ini dengan baik.
Rayhan Hannan mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-68, sekaligus memastikan tiga poin untuk tim ibu kota.
Rahmad Darmawan, yang akrab disapa RD, mengaku timnya sempat menunjukkan performa menjanjikan, terutama di awal babak kedua.
“Kami mengubah formasi menjadi empat bek sejajar dan itu cukup efektif. Gol penyama lahir dari dominasi yang kami bangun,” ujarnya.
Namun, kartu merah yang diterima Buyung Ismu membuat strategi Barito berantakan.
“Kartu merah itu sangat disayangkan. Kami terpaksa fokus menjaga kedalaman dan bertahan dari serangan lawan. Padahal, tanpa kartu merah, saya rasa kami tidak perlu terlalu cepat melakukan pergantian pemain,” jelas RD.
Meski kecewa, RD tetap memetik hal positif dari laga ini.
“Ada banyak pelajaran yang bisa kami ambil. Pemain menunjukkan usaha yang luar biasa. Semoga di pertandingan berikutnya, kami bisa tampil lebih baik,” tambahnya.
Dengan hasil ini, PS Barito Putera harus segera bangkit untuk keluar dari tekanan dan memperbaiki posisi di klasemen.
Sementara itu, kemenangan ini semakin memperkuat langkah Persija dalam persaingan menuju papan atas.
Drama di Stadion Sultan Agung menjadi pengingat betapa ketatnya persaingan di BRI Liga 1, di mana setiap keputusan, bahkan sekecil apapun, bisa menjadi penentu hasil akhir.(thohir)





