INGATLAH.COM – Dunia pemberitaan sepak bola Tanah Air buncah, PSSI mengambil langkah tidak populer dengan mendepak Shin Tae-yong (STY) dari kursi pelatih timnas Indonesia.
Berbagai alasan telah disampaikan Erick Thohir atas pilihan federasi memutus kontrak pelatih yang sangat dielu-elukan sebagian besar pecintak sepak bola Tanah Air ini. Apapun itu, terimkasih STY yang sudah berjuang untuk menghidupkan mimpi timnas Indonesia untuk mentas di Piala Dunia 2026.
Banyak yang meragukan keputusan PSSI itu. Sebagian besar menilai bahwa apa yang dilakukan itu sebagai blunder untuk mengejar mimpi timnas Indonesia mentas di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Kehebohan tidak hanya sampai dipemecatan STY sebagai pelatih timnas Indonesia. Penunjukan Patrick Kluivert sebagai suksesor lebih menghebohkan lagi. Track record-nya sebagai pelatih dinilai tidak lebih baik dibandingkan STY yang didepak.
Bicara track record-nya, nama Patrick Kluivert sebagai pelatih memang masih jauh dibandingkan nama Patrick Kluivert sebagai penyerang tajam dan memiliki naluri gol tinggi di depan gawang lawan.
Nah, sekarang mari bicara terkait peluang timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 di bawah komando Patrick Kluivert. Apakah kalkulasi PSSI untuk memperbesar peluang skuat Garuda ke Piala Dunia 2026 sudah benar? Atau justru hal ini memang blunder, seperti yang diprediksi sebagian besar pecinta sepak bola Tanah Air.
Di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, timnas Indonesia menyisakan empat laga berat. Pertama melakoni laga tandang kontra Australia (20/3/2025), selanjutnya dua laga kandang kontra Bahrain (25/3/2025) dan Cina (5/6/2025), dan laga penutup di kandang Jepang (10/6/2025).
Dalam hitungan matematis, pelaung meraup kemenangan terbuka lebar di dua laga kandang. Dan apabila target itu dapat direalisasikan, maka peluang untuk minimal lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan sangat terbuka, bahkan peluang lolos langsung pun masih terbuka meskipun hal itu sangat bergantung terhadap hasil dari pesaing terdekat Australia yang masih akan menghadapi dua tim kuat Jepang dan Arab Saudi.
Peluang timnas Indonesia untuk lolos langsung tanpa harus melewati putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 tentunya akan makin besar andai mampu mendapatkan poin dari kandang Australia pada 20 Maret 2025 nanti. Laga itu juga akan menandai debut Patrick Kluivert selaku pelatih timnas Indonesia.
Seluruh pecinta sepak bola Tanah Air tentu sepakat. Siapapun pelatihnya, hasil terbaik untuk timnas Indonesia demi menjaga mimpi ke Piala Dunia 2026 adalah hal wajib.
PSSI sendiri pastinya tidak memiliki misi untuk menghancurkan timnas Indonesia yang sudah mereka bangun dengan berbagai tantangan dalam beberapa tahun terakhir.
Sebenarnya, apabila federasi memilih main aman tentu mempertahankan STY akan jadi pilihan. Tapi orang-orang di PSSI justru memilih untuk mengambil keputusan tidak populer dengan mendepak STY dan menunjuk Patrick Kluivert sebagai suksesor.
Pecinta sepak bola Tanah Air pastinya tidak ingin terus menerus terbawa polemik keputusan PSSI ini. Yang pasti, tugas Patrick Kluivert adalah menjaga mimpi timnas Indonesia mentas di Piala Dunia 2026.
Patrick Kluivert melalui potongan wawancara yang diupload Fabrizio Romano di akun twitter-nya juga menyadari bahwa di pundaknya ada misi dan mimpi yang harus dijaga.
“Misinya jelas, membawa timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia,” tegas Patrick Kluivert dalam potongan interview-nya.
Misi tersebut tentu sangat diharapkan seluruh pecinta sepak bola Tanah Air. Dan terlepas dari semua kontroversi di balik pengambilan keputusan itu, rakyat Indonesia harus tetap percaya dan menjaga mimpi untuk di 2026 dapat menyaksikan skuat Garuda berlaga di turnamen paling bergengsi sejagat. Semoga! (OPINI)





