Gaya Hidup

Menelusuri Sejarah di Kerajaan Sriwijaya

×

Menelusuri Sejarah di Kerajaan Sriwijaya

Sebarkan artikel ini
Sejarah Kerajaan Sriwijaya dan Peninggalan Kerajaan [Foto : fahum.umsu.ac.id]
Sejarah Kerajaan Sriwijaya dan Peninggalan Kerajaan [Foto : fahum.umsu.ac.id]

INGATLAH.COM– Kerajaan Sriwijaya, salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara, merupakan warisan penting dalam sejarah Indonesia.

Berdiri pada abad ke-7 hingga abad ke-13, kerajaan ini berpusat di wilayah yang kini dikenal sebagai Palembang, Sumatera Selatan.

Sriwijaya tidak hanya berperan sebagai pusat perdagangan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran agama Buddha yang menarik perhatian dari berbagai penjuru dunia.

Kejayaan Maritim dan Perdagangan

Sebagai kerajaan maritim, Sriwijaya menguasai jalur perdagangan internasional di Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.

Lokasi strategis ini menjadikannya sebagai perantara utama dalam perdagangan rempah-rempah, emas, dan barang-barang berharga lainnya.

Pedagang dari Tiongkok, India, hingga Timur Tengah singgah di pelabuhan-pelabuhan Sriwijaya, menjadikannya salah satu kekuatan ekonomi paling berpengaruh pada masanya.

Inskripsi Kedukan Bukit, salah satu prasasti terkenal, mencatat aktivitas pelayaran dan ekspansi yang dilakukan oleh Raja Dapunta Hyang Sri Jayanasa, pendiri kerajaan ini.

Baca Juga  Mengenal Bundaran Keris, Pusat Kulineran Seru di Pekanbaru

Aktivitas ini tidak hanya memperluas wilayah kekuasaan Sriwijaya, tetapi juga memperkuat kontrolnya terhadap jalur perdagangan maritim.

Pusat Keilmuan dan Agama

Sriwijaya juga dikenal sebagai pusat pembelajaran agama Buddha.

Biksu-biksu dari berbagai negara, seperti Tiongkok dan India, datang untuk belajar dan mengajarkan ajaran Buddha di sini.

Salah satu tokoh terkenal yang pernah mengunjungi Sriwijaya adalah I-Tsing, seorang biksu Tiongkok yang mencatat pengalamannya dalam perjalanan ke India melalui kerajaan ini.

Kerajaan ini mendirikan banyak vihara dan lembaga pendidikan yang menarik perhatian dunia, menjadikannya pusat penyebaran agama dan budaya Buddha di Asia Tenggara.

Bukti arkeologis seperti Candi Muaro Jambi dan prasasti-prasasti lainnya menunjukkan pengaruh kuat agama Buddha dalam kehidupan masyarakat Sriwijaya.

Runtuhnya Kerajaan

Kejayaan Sriwijaya mulai meredup pada abad ke-11 akibat serangan dari Kerajaan Chola di India Selatan.

Serangan ini melemahkan kekuatan maritim Sriwijaya dan merusak pusat-pusat ekonominya.

Baca Juga  Kelana Bentala Eksplorasi Eropa Kecil Sumbar, Kebun Teh Tertua Dunia hingga Danau Kembar

Selain itu, munculnya kerajaan-kerajaan lain seperti Majapahit dan Singhasari turut mempercepat keruntuhan Sriwijaya.

Meskipun demikian, pengaruh Sriwijaya tetap terasa dalam budaya, agama, dan sistem perdagangan di Nusantara.

Kerajaan ini meninggalkan jejak sejarah yang kaya, yang hingga kini masih dapat dilihat melalui peninggalan arkeologi dan catatan sejarah.

Melestarikan Warisan Sriwijaya

Menelusuri jejak Kerajaan Sriwijaya adalah cara untuk memahami kejayaan masa lalu Indonesia sebagai pusat perdagangan dan kebudayaan dunia.

Situs-situs bersejarah seperti Museum Sriwijaya di Palembang dan kompleks Candi Muaro Jambi menjadi saksi bisu kebesaran kerajaan ini.

Pelestarian warisan Sriwijaya tidak hanya penting bagi sejarah Indonesia, tetapi juga bagi dunia, mengingat pengaruhnya yang luas dalam perkembangan perdagangan maritim dan penyebaran agama Buddha.

Dengan menggali dan mempelajari peninggalan-peninggalan ini, kita dapat menghormati dan menjaga salah satu warisan terbesar Nusantara. (*)