BeritaUtama

Operasional Bus Trans Metro Pekanbaru Terhenti Lagi

×

Operasional Bus Trans Metro Pekanbaru Terhenti Lagi

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Kota Pekanbaru kembali menghadapi permasalahan transportasi massal setelah Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) terhenti operasionalnya sejak 3 Januari 2025.

Moda transportasi andalan masyarakat ini tidak dapat melayani penumpang lantaran kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Roni Rakhmat, mengonfirmasi bahwa penghentian operasional bus TMP disebabkan oleh keterbatasan anggaran untuk membayar BBM.

Kondisi ini membuat armada tidak bisa beroperasi, memaksa ribuan penumpang mencari alternatif transportasi lain.

“Kami sudah memanggil Kepala Dinas Perhubungan untuk mencari solusi. Permasalahan ini harus segera ditangani agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegas Roni, Jumat (4/1).

Roni menyebut pengelola TMP telah meminta waktu satu minggu untuk menyelesaikan persoalan ini.

Baca Juga  Amankan Malam Libur, Blue Light Patrol Sisir Gereja dan Jalanan Kota Pekanbaru

Ia juga menginstruksikan dinas teknis terkait untuk membantu memastikan pengoperasian bus kembali berjalan normal.

“Mereka meminta waktu seminggu untuk menyelesaikan masalah ini, agar BBM tersedia dan operasional bus TMP bisa kembali normal,” tambahnya.

Permasalahan ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada 6 Desember 2024, layanan TMP juga sempat terhenti akibat tunggakan pembayaran BBM yang belum diselesaikan.

Selama empat hari, seluruh armada parkir di Terminal AKAP Bandar Raya Payung Sekaki, hingga akhirnya kembali beroperasi pada 10 Desember 2024 setelah tunggakan dibayarkan.

Kepala UPT Trans Metro Pekanbaru, Sarwono, menjelaskan bahwa pihak SPBU enggan memasok BBM untuk bus TMP karena adanya tagihan yang belum dibayar.

Baca Juga  Kecelakaan Maut di Sudirman Pekanbaru Ternyata Laka Tunggal, Pemotor 18 Tahun Tewas

Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pekanbaru hingga kini belum menuntaskan pembayaran kepada SPBU.

Terhentinya operasional bus TMP jelas berdampak besar pada mobilitas masyarakat, terutama yang bergantung pada layanan ini untuk aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap permasalahan ini tidak berulang dan pelayanan dapat berjalan lancar demi kenyamanan masyarakat,” ujar Roni.

Sebagai moda transportasi massal utama di Pekanbaru, TMP diharapkan dapat kembali melayani penumpang secepatnya, sekaligus mendapatkan solusi jangka panjang untuk menghindari masalah serupa di masa mendatang.(*)