Gaya Hidup

Mengenal Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Warisan Sejarah Kota Palembang

×

Mengenal Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Warisan Sejarah Kota Palembang

Sebarkan artikel ini
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II [Foto: Facebook/Museum Sultan Mahmud Badaruddin II]
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II [Foto: Facebook/Museum Sultan Mahmud Badaruddin II]

INGATLAH.COM – Di tepi Sungai Musi yang megah, berdiri sebuah museum yang tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Palembang, tetapi juga menjadi simbol budaya dan identitas kota ini.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, yang terletak di kawasan Benteng Kuto Besak, menyimpan sejarah panjang dan koleksi budaya yang kaya.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II awalnya adalah bangunan rumah residen kolonial Sumatera Selatan yang dibangun pada abad ke-19 di atas reruntuhan istana Kuta Lama, tempat kediaman Sultan Mahmud Badaruddin I.

Istana tersebut dihancurkan oleh pemerintah kolonial Inggris pada tahun 1823, sebagai bagian dari hukuman atas insiden pembantaian di penginapan Belanda Sungai Alur, yang juga menjadi strategi untuk menghapuskan kedaulatan Kesultanan Palembang.

Setelah pembongkaran istana, gedung baru yang dikenal sebagai Gedung Siput selesai dibangun pada tahun 1824.

Baca Juga  Sejarah Benteng Kuto Besak di Kota Palembang

Kemudian, bangunan bergaya arsitektur Eropa tropis ini direnovasi pada tahun 1920-an dengan tambahan elemen kaca.

Selama Perang Dunia II, gedung ini digunakan sebagai markas militer Jepang, dan setelah kemerdekaan Indonesia, sempat menjadi markas Kodam II/Sriwijaya sebelum diubah menjadi museum pada tahun 1984.

Museum ini menampilkan koleksi berharga seperti tekstil tradisional, senjata khas Sumatera Selatan, pakaian adat, kerajinan tangan, koin, serta tahta Sultan Palembang.

Di taman museum, pengunjung dapat melihat artefak dari era Kerajaan Sriwijaya, seperti patung Ganesha dan Buddha yang menjadi pengingat kejayaan masa lalu.

Koleksi museum juga mencakup benda-benda yang sebelumnya disimpan di rumah bari otentik di Museum Balaputradeva.

Beberapa di antaranya termasuk replika prasasti Kedukan Bukit yang menunjukkan berdirinya Kerajaan Sriwijaya.

Baca Juga  Rangga dan Cinta, Film Musikal Ikonis Dihidupkan Sentuhan Modern dan Playlist Spotify

Bangunan museum yang megah menggabungkan gaya Eropa dengan tradisi arsitektur tropis lokal, mencerminkan keunikan budaya Palembang.

Gedung dua lantai ini memiliki nuansa tradisional yang berpadu harmonis dengan desain kolonial.

Tiket Masuk dan Jam Operasional

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II terbuka untuk umum setiap hari, dengan jam operasional setengah hari khusus pada hari Senin.

Harga tiket masuknya sangat terjangkau:

  • Anak-anak dan pelajar: Rp1.000
  • Mahasiswa: Rp2.000
  • Umum: Rp5.000
  • Turis mancanegara: Rp20.000

Lokasi dan Akses

Museum ini terletak di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, 19 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, hanya beberapa langkah dari Jembatan Ampera.

Pengunjung dapat menikmati perjalanan menuju museum dengan kendaraan darat ataupun perahu tradisional menyusuri Sungai Musi. (*)