INGATLAH.COM – Tekad Persis Solo untuk menutup putaran pertama BRI Liga 1 2024/25 dengan kemenangan di kandang sendiri pupus sudah.
Laskar Sambernyawa harus menyerah 0-1 dari tamunya, Persib Bandung, dalam laga pekan ke-17 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (29/12) malam.
Gol tunggal Persib dicetak oleh Tyronne del Pino pada menit ke-55, memanfaatkan peluang emas dari serangan balik yang terstruktur.
Kekalahan ini semakin memperpanjang rekor buruk Persis, yang kini telah melalui sembilan laga tanpa kemenangan.
Dalam rentetan hasil minor itu, mereka mencatat tiga kali imbang dan enam kali kalah.
Kemenangan terakhir Persis terjadi pada pekan ke-8 saat mereka berhasil menaklukkan Borneo FC Samarinda dengan skor 3-2.
Namun sejak saat itu, Moussa Sidibe dan kawan-kawan kesulitan mengamankan poin penuh, membuat posisi mereka di klasemen sementara Liga 1 semakin terpuruk.
Saat ini, Persis Solo masih tertahan di peringkat ke-16 dengan koleksi 10 poin dari 17 laga, hasil dari dua kemenangan, empat kali imbang, dan 11 kekalahan.
Kondisi ini menempatkan mereka di zona degradasi, memaksa tim untuk bekerja lebih keras di putaran kedua.
Pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, mengakui timnya bermain baik, terutama di babak pertama, dengan menciptakan beberapa peluang matang.
Namun, kurangnya penyelesaian akhir menjadi pembeda antara timnya dan Persib.
“Perbedaan utama adalah kami tidak mampu mencetak gol dari peluang yang ada. Kami bermain baik di babak pertama, menciptakan peluang yang lebih baik, tapi gagal menyelesaikannya,” ujar pelatih asal Malaysia itu.
Meski begitu, Ong tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya, khususnya para pemain muda yang mulai menunjukkan potensi besar.
“Saya melihat perkembangan positif, terutama dari pemain-pemain muda yang tampil malam ini. Saya percaya mereka akan membuat hasil lebih baik di putaran kedua,” tambahnya.
Dengan kondisi saat ini, Persis Solo dihadapkan pada tantangan besar untuk bangkit di putaran kedua Liga 1.
Dukungan dari manajemen, pelatih, dan suporter diharapkan mampu memacu semangat Laskar Sambernyawa untuk keluar dari zona merah dan kembali bersaing di papan tengah klasemen.
Harapan besar juga bertumpu pada evaluasi menyeluruh yang dilakukan tim pelatih agar Persis mampu memanfaatkan peluang menjadi gol, sekaligus memperbaiki catatan buruk mereka di sisa musim ini.(thohir)





