Olahraga

Duh! Semen Padang FC jadi Tim Kebobolan Nomor Dua Terbanyak di Liga 1

×

Duh! Semen Padang FC jadi Tim Kebobolan Nomor Dua Terbanyak di Liga 1

Sebarkan artikel ini
Persik Kediri vs Semen Padang FC. (Foto: Wahyu Adji)
Persik Kediri vs Semen Padang FC. (Foto: Wahyu Adji)

INGATLAH.COM – Semen Padang FC menjadi satu-satunya tim perwakilan Pulau Sumatera di BRI Liga 1 2024/2025.

Namun, performa Kabau Sirah hingga pekan ke-16 menjadi sorotan, terutama karena mereka telah kebobolan 28 gol, menjadikan mereka tim dengan kebobolan terbanyak kedua.

Di sisi lain, mereka hanya mampu mencetak 11 gol dari 16 pertandingan.

Dalam pertandingan terakhir, Semen Padang kembali menelan kekalahan.

Bertandang ke Stadion Brawijaya, Jawa Timur, Sabtu (21/12/2024), tim asuhan Eduardo Almeida kalah 3-1 dari Persik Kediri meski sempat unggul lebih dulu lewat gol Kenneth Ngwoke pada menit ke-16.

Di bawah Semen Padang, ada Madura United yang menjadi tim terbanyak kebobolan, yaitu 34 gol.

Baca Juga  PSM Makassar Liburkan Pemain Hingga 12 November

Jalannya Pertandingan

Semen Padang membuka keunggulan melalui sundulan Kenneth Ngwoke yang memanfaatkan umpan Cornelius Stewart.

Namun, petaka datang pada menit ke-40 setelah Gala Pagamo menerima kartu merah usai melanggar Yusuf Meilana.

Setelah tinjauan VAR, wasit mengganjar Gala dengan kartu merah langsung, membuat Semen Padang harus bermain dengan 10 pemain.

Persik Kediri memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Mereka menyamakan kedudukan di menit ke-53 lewat tandukan Brendon Lucas yang memanfaatkan umpan sepak pojok Ezra Walian.

Pada menit ke-68, Ze Valente mengeksekusi penalti dengan sempurna setelah pelanggaran handball yang dilakukan Kim Mingyu.

Ezra Walian kemudian melengkapi kemenangan Persik melalui gol di injury time (90+6).

Baca Juga  Borneo FC Optimistis Bangkit di Putaran Kedua BRI Liga 1 2024/25

Kekalahan ini membuat Semen Padang tetap berada di zona degradasi, posisi ke-17 klasemen sementara dengan 10 poin.

Eduardo Almeida kini menghadapi pekerjaan rumah besar untuk menyelamatkan tim dari degradasi. Pada laga selanjutnya, Semen Padang dijadwalkan menghadapi Arema FC pada akhir tahun.

Menariknya, Arema adalah mantan tim yang juga pernah dilatih Almeida, sehingga laga tersebut menjadi ajang pembuktian bagi pelatih asal Portugal itu.

Dengan catatan buruk kebobolan dan produktivitas gol yang minim, putaran kedua menjadi momen krusial bagi Semen Padang untuk memperbaiki performa demi bertahan di Liga 1. (*)