INGATLAH.COM – Universitas Riau (UNRI) kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Dua duta jamunya, Muhammad Solehudin dari Fakultas Kedokteran dan Maytsaa Humaira Purba dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, berhasil meraih Runner Up I dan IV dalam ajang bergengsi Indonesian Jamu Ambassador, 1st JIC.
Kompetisi yang diikuti oleh 47 perguruan tinggi se-Indonesia ini digelar di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali.
Clara Yolandika, SP, MSi, pembina duta UNRI, mengungkapkan rasa bangga dan haru atas capaian luar biasa para mahasiswa bimbingannya.
“Saya sangat bangga. Mereka adalah individu pilihan yang telah melewati serangkaian seleksi ketat untuk menjadi duta jamu UNRI. Prestasi ini membuktikan dedikasi mereka dalam melestarikan warisan budaya Indonesia,” ujar Clara.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini mempertegas peran aktif mahasiswa UNRI dalam mempromosikan budaya tradisional Indonesia, khususnya jamu, di kancah nasional.
Muhammad Solehudin: Runner Up I dan Duta Kesehatan
Muhammad Solehudin berhasil menyabet gelar Runner Up I berkat kemampuannya yang luar biasa dalam memperkenalkan jamu sebagai warisan budaya yang kaya.
Selain itu, ia dinobatkan sebagai Duta Kesehatan oleh Dewan Jamu atas kontribusinya dalam mengedukasi masyarakat mengenai manfaat jamu.
“Dalam kompetisi ini, Muhammad mampu menyampaikan pesan tentang pentingnya jamu dalam menjaga kesehatan, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai upaya pelestarian budaya di era modern,” jelas Clara.
Kemampuan komunikasi Muhammad yang efektif dan karismatik menjadi salah satu faktor kunci yang memukau dewan juri.
Maytsaa Humaira Purba: Runner Up IV dan Duta Advokasi
Sementara itu, Maytsaa Humaira Purba tampil memukau dan meraih posisi Runner Up IV.
Ia juga dinobatkan sebagai Duta Advokasi berkat pengetahuannya yang mendalam tentang sejarah, ragam jenis jamu, serta kemampuan berbicaranya yang luar biasa.
“Maytsaa mampu menjelaskan pentingnya jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat secara informatif dan inspiratif. Hal ini menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya Indonesia,” tambah Clara.
Penampilan Muhammad dan Maytsaa mendapat apresiasi tinggi dari jajaran dewan juri, yang terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka seperti Puteri Indonesia 2023 Farhana, dr. Rianti Maharani (dokter jamu), praktisi media, apoteker, hingga Dewan Jamu.
Para juri memuji profesionalisme, kreativitas, dan kemampuan komunikasi kedua duta UNRI dalam menyampaikan pesan mereka.
Muhammad Solehudin mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih.
“Ini adalah hasil yang sangat membanggakan bagi kami. Kami berharap dapat terus mengangkat nama UNRI dan melestarikan jamu sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia,” ujarnya.
Atas prestasi ini, Muhammad Solehudin berhak menerima hadiah uang tunai sebesar Rp5.000.000, sementara Maytsaa Humaira Purba mendapatkan Rp500.000.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNRI tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu menyampaikan pesan inspiratif dan edukatif demi melestarikan kekayaan budaya Indonesia.(*)





