Berita

Tiga Tradisi Kota Padang Diajukan Sebagai Warisan Budaya Takbenda 2025

×

Tiga Tradisi Kota Padang Diajukan Sebagai Warisan Budaya Takbenda 2025

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang berkomitmen melestarikan budaya lokal dengan mengusulkan tiga tradisi dan budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) tahun 2025.

Tiga tradisi tersebut adalah Sipasan, Anyang Rawan, dan Silek Pauh.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Padang, Syamdani, menjelaskan bahwa pengajuan ini merupakan langkah strategis untuk melindungi tradisi lokal dari ancaman kepunahan sekaligus mencegah klaim budaya oleh daerah atau negara lain.

“Insya Allah, tahun 2025 nanti kami akan mengusulkan tiga tradisi dan budaya Kota Padang, yaitu Sipasan, Anyang Rawan, dan Silek Pauh,” ujar Syamdani dalam keterangannya yang dilansir Info Publik, Rabu (11/12).

Baca Juga  Satpol PP Kota Padang Sita Belasan Botol Miras dalam Razia Kafe Karaoke

Kota Padang sebelumnya telah mencatat keberhasilan dengan ditetapkannya sejumlah budaya lokal sebagai WBTbI, seperti Tari Balanse Madam (2020), Gamad (2021), Rumah Gadang Kajang Padati (2022), dan Serak Gulo (2023).

Pada tahun 2024, dua budaya lainnya, yakni Limau Baronggeh dan Saluang Pauah, juga memperoleh pengakuan serupa.

Syamdani mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi telah membawa dampak signifikan terhadap praktik budaya di masyarakat.

Tradisi seperti Sipasan dan Silek Pauh semakin jarang dipraktikkan, sehingga memerlukan perhatian khusus untuk menjaga eksistensinya.

Baca Juga  Bank Nagari Raih FIR Terbaik 2024 dengan Nilai Tertinggi

“Jika tidak ada upaya pelestarian, warisan budaya ini bisa terancam punah. Salah satu langkah penting adalah mengusulkannya sebagai Warisan Budaya Takbenda,” tambah Syamdani.

Dengan pengajuan ini, Disdikbud Kota Padang berharap agar tradisi lokal tidak hanya terlindungi, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat.

Pengakuan nasional atas budaya lokal dapat menjadi jembatan untuk meneruskan tradisi kepada generasi mendatang dan memperkuat identitas budaya Indonesia.

“Harapan kami, tradisi dan budaya Kota Padang dapat terjaga dan tidak hilang ditelan zaman,” tutupnya. (*)