Berita

Masyarakat Bukittinggi Long March ke Bawaslu, Tuntut Usut Politik Uang

×

Masyarakat Bukittinggi Long March ke Bawaslu, Tuntut Usut Politik Uang

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Bukittinggi Tolak Politik Uang menggelar aksi damai di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bukittinggi pada Sabtu (7/12/2024).

Aksi ini bertujuan mendesak Bawaslu agar menuntaskan dugaan kasus politik uang yang terjadi selama proses Pilkada 2024.

Aksi dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dengan long march dari Mall Pelayanan Publik menuju kantor Bawaslu Bukittinggi.

Mayoritas peserta aksi adalah ibu-ibu yang membawa spanduk bertuliskan “Selamatkan Demokrasi,” “Usut Tuntas Kasus Politik Uang,” dan “Bawaslu Harus Demokratis.”

Selain spanduk, massa juga membawa replika keranda bertuliskan “Bawaslu” sebagai simbol protes terhadap dugaan pelanggaran demokrasi yang mereka anggap merusak kepercayaan publik.

Baca Juga  Tiga Nama Lolos Final Seleksi Sekda Sumbar, Siapa yang Terpilih?

Seorang orator menyuarakan bahwa aksi ini dilakukan bukan untuk menciptakan kericuhan, melainkan untuk menuntut keadilan.

“Kami di sini bukan untuk mencari huru-hara, tapi mencari keadilan. Tolong kasus ini diperhatikan dan diselesaikan secepatnya,” ujarnya di tengah kerumunan.

Ia juga menyebutkan adanya pelanggaran yang dirasakan masyarakat secara terang-terangan sebelum dan selama Pilkada, terutama dalam bentuk politik uang dan mobilisasi massa.

Tuntutan Transparansi dari Bawaslu

Seorang orator lainnya menyoroti intimidasi yang dialami warga, seperti ancaman dan ajakan untuk memilih salah satu pasangan calon.

Baca Juga  Pilkada Padang Dituding Banyak Kecurangan, Politik Uang Diduga Kuat Menjadi Penyebabnya

“Kami meminta agar Bawaslu menjelaskan secara rinci kepada kami mengenai penyelesaian kasus ini,” tegasnya.

Massa juga terus meneriakkan slogan seperti, “Tolak politik uang, tolak kecurangan demokrasi!” sebagai bentuk desakan terhadap Bawaslu untuk bertindak tegas dalam mengusut dugaan kecurangan yang terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah perwakilan massa sedang melakukan pertemuan dengan pihak Bawaslu Bukittinggi.

Mereka berharap adanya langkah konkret untuk mengusut dan menyelesaikan dugaan pelanggaran yang dianggap telah mencederai proses demokrasi di Bukittinggi. (*)