Berita

Bahasa Inggris Menlu Sugiono Disorot, Okky Madasari: Gak Qualified sebagai Menlu

×

Bahasa Inggris Menlu Sugiono Disorot, Okky Madasari: Gak Qualified sebagai Menlu

Sebarkan artikel ini
Pengamat politik Okky Madasari dan Menlu RI, Sugiono. (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI), Sugiono, menjadi perhatian publik setelah video pidatonya dalam acara Conference on Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2024 viral di media sosial.

Sugiono dikritik tajam karena dianggap tidak cakap berbahasa Inggris dan tampak terbata-bata saat berbicara di hadapan peserta forum internasional tersebut.

Video yang diunggah akun X @ARSIPAJA itu telah ditonton 5,4 juta kali hingga Selasa (3/12/2024) dan memicu 587 komentar.

Sebagian besar komentar menyoroti kemampuan bahasa Inggris Sugiono, yang dinilai tidak memenuhi standar seorang diplomat senior.

Salah satu komentar tajam datang dari penulis dan pengamat politik Okky Madasari. Menurutnya, persoalan Sugiono bukan semata-mata kemampuan berbahasa Inggris, tetapi lebih pada kelayakannya sebagai seorang menteri luar negeri.

Baca Juga  Terciduk Bawa 11 Kilogram Sabu, Tiga Warga Rupat Terancam Hukuman Mati

“Bukan soal English-nya,” ujar Okky melalui akun X miliknya.

“Emang gak qualified aja sebagai Menlu. Tidak menguasai atau tidak punya pemahaman tentang politik luar negeri Indonesia,” tambahnya.

Okky juga menyoroti kurangnya persiapan Sugiono sebelum tampil di forum internasional.

Ia menyayangkan sikap Sugiono yang dianggap tidak serius dalam mempersiapkan pidatonya.

“Sudah gitu, tidak mau persiapan pula. Saran aja: persiapkan serius kalau mau tampil di publik. Bikin script. Kalau perlu dihapalkan,” tutup Okky.

Di dunia maya, berbagai reaksi bermunculan. Banyak warganet menyayangkan performa Sugiono, mengingat pentingnya posisi menteri luar negeri sebagai wajah diplomasi Indonesia.

Baca Juga  Kerugian Kebakaran di Pasar Gadang Capai Rp2 Miliar, 70 Jiwa Terdampak

“Bagaimana bisa seorang Menlu berbicara seperti itu di forum internasional? Apa tidak ada kandidat lain yang lebih kompeten?” tulis seorang pengguna X.

Namun, ada pula warganet yang memberikan pembelaan, menyebut bahwa Sugiono mungkin hanya gugup atau kurang terbiasa berbicara dalam bahasa Inggris di depan publik.

Insiden ini memicu diskusi luas tentang pentingnya pemilihan pejabat publik berdasarkan kualifikasi, khususnya untuk jabatan strategis seperti menteri luar negeri.

Banyak pihak berharap Sugiono mengambil kritik ini sebagai masukan untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri lebih baik di masa depan. (*)