BeritaUtama

Banjir Terjang Empat Kabupaten di Sumbar, Ribuan Warga Terisolasi

×

Banjir Terjang Empat Kabupaten di Sumbar, Ribuan Warga Terisolasi

Sebarkan artikel ini
Banjir di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Bencana alam berupa banjir dan banjir bandang melanda empat kabupaten di Sumatera Barat (Sumbar) dalam sepekan terakhir, menyebabkan kerusakan signifikan dan menelan korban jiwa.

Salah satu wilayah terdampak parah adalah Nagari Aie Amo, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, di mana sekitar 4.000 warga masih terisolasi akibat jembatan penghubung yang putus.

Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir menyebabkan sungai Batang Kariang dan Batang Ambai meluap, merendam permukiman, fasilitas umum, dan lahan pertanian.

Di Kabupaten Lima Puluh Kota, banjir bandang menewaskan satu orang, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.

Banjir di wilayah ini juga merusak puluhan rumah, menghanyutkan satu unit mobil ambulans, dan merendam lahan pertanian hingga puluhan hektare.

Selain itu, akses jalan lintas Sumatera Padang-Pekanbaru di Nagari Pangkalan terganggu karena genangan air yang meluber ke jalan nasional.

Baca Juga  Jadwal Baru Jalur Lembah Anai, Dibuka Pukul 17.00 WIB

Sementara di Kabupaten Pasaman, enam nagari terdampak banjir, yakni Nagari Lubuk Layang, Lansek Kadok, Lansek Kadok Barat, Tanjung Betung Timur, Tanjung Betung Barat, dan Rao Selatan. Ratusan rumah, lahan pertanian, dan fasilitas perikanan mengalami kerusakan parah.

Di Kabupaten Agam, banjir melanda Nagari Pauh Kamang Mudik, merendam belasan rumah. Kondisi serupa juga terjadi di Nagari Aie Amo, Sijunjung, yang dilaporkan sebagai salah satu wilayah terdampak paling parah.

BPBD di setiap kabupaten telah dikerahkan untuk membantu warga terdampak dan mendata kerusakan.

Menurut Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham, pihaknya telah menyiagakan peralatan dan personel untuk memastikan distribusi bantuan dan pemulihan berjalan lancar.

“Saat ini banjir di semua daerah terdampak mulai surut, namun koordinasi dengan BPBD kabupaten tetap dilakukan untuk memastikan langkah penanganan selanjutnya,” ujar Ilham.

Camat Kamang Baru, Asrijal Patopang, menjelaskan bahwa banjir di Nagari Aie Amo merendam lebih dari 150 rumah.

Baca Juga  Awas Cuaca Buruk! Hujan Lebat dan Petir Diprediksi Guyur Sumatera Barat Hingga Pagi

Selain permukiman, sejumlah fasilitas umum seperti masjid dan pasar turut terdampak.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam rumah warga. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa di sini,” katanya.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sijunjung, Heries, menambahkan bahwa pihaknya masih memantau lokasi banjir dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kondisi air sudah mulai surut, meski cuaca masih hujan ringan,” ungkapnya.

Masyarakat berharap adanya percepatan dalam perbaikan infrastruktur seperti jembatan penghubung di Nagari Aie Amo yang sangat vital untuk akses warga.

Selain itu, pemulihan lahan pertanian yang terdampak juga menjadi prioritas agar perekonomian lokal dapat segera pulih.

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam dan mitigasi bencana di wilayah rentan banjir seperti Sumatera Barat.

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. (*)