INGATLAH.COM – Pascabanjir bandang yang melanda 6 nagari di Kabupaten Sijunjung, Selasa (12/11) lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung memberlakukan tanggap darurat mulai tanggal 13 hingga 26 November 2024 mendatang.
Tentunya hal ini karena cukup banyak kerusakan akibat banjir yang melanda itu.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung Henry Chaniago, Sabtu (16/11).
“Setelah kunjungan ke lapangan hari Selasa 12 November lalu, di tanggal 13-nya pak Pj Bupati langsung menetapkan status tanggap darurat dari tanggal 13 sampai 26,” kata Henry lagi.
Untuk mempermudah kegiatan selama masa tanggap darurat, beberapa posko juga sudah didirikan.
Posko utama berada di Kantor BPBD Kabupaten Sijunjung. Sedangkan di nagari yang terdampak juga terdapat posko-posko yang bisa diakses oleh masyarakat korban bencana.
Berdasarkan komunikasi dengan wali nagari dan camat setempat, masyarakat masih memerlukan berbagai bantuan.
Di antaranya bantuan berupa barang-barang kebutuhan dasar seperti, pakaian, kebutuhan anak-anak sekolah, peralatan dapur dan sebagainya.
Seperti diinformasikan sebelumnya, hujan deras terjadi pada Senin malam lalu telah mengakibatkan terjadinya banjir bandang yang melanda 6 nagari di kabupaten Sijunjung.
Enam nagari tersebut berada di bantaran batang Sumpur yaitu nagari Unggan, nagari Silantai, nagari Sumpur, nagari Sumpur Kudus Selatan, nagari Mangganti dan nagari Sisawah.
Sebanyak 651 KK atau 2.539 warga terdampak di daerah tersebut.
Namun demikian, tidak ada laporan dari BPBD setempat mengenai warga yang mengungsi ke tempat aman.
Bencana banjir ini terjadi setelah adanya hujan lebat sehingga debit air Sungai Batang Unggan meluap.
Ketika peristiwa terjadi, jaringan listrik dan telepon sempat terputus. Pihak terkait memulihkan kembali fasilitas tersebut.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap banjir susulan. (*)





