INGATLAH.COM – Harapan dua pemain keturunan, Ryan Flamingo dan Mauresmo Hinoke, untuk memperkuat Timnas Indonesia pupus setelah FIFA menolak restu mereka.
Kedua pemain muda yang saat ini berlaga di Liga Belanda dinyatakan tidak memenuhi syarat garis keturunan yang ditetapkan FIFA, yakni hanya sampai pada kakek atau nenek.
Adapun garis keturunan Ryan dan Mauresmo berasal dari sang buyut, sehingga mereka tidak bisa membela Timnas Indonesia melalui jalur ini.
Menurut aturan FIFA, pemain yang ingin berpindah federasi atau menjalani naturalisasi harus memiliki hubungan keturunan langsung dengan negara tujuan, maksimal dari kakek atau nenek.
Sementara itu, garis keturunan dari buyut dianggap terlalu jauh.
Meskipun begitu, Ryan dan
Mauresmo tetap bisa mengajukan naturalisasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Namun, mereka harus memenuhi syarat tambahan: tinggal di Indonesia selama lima tahun.
Bagi Ryan dan Mauresmo, tinggal di Indonesia selama lima tahun berarti harus merelakan karier mereka yang tengah meroket di Liga Belanda.
Contohnya, Mauresmo Hinoke, winger 19 tahun yang baru saja memulai debut seniornya bersama Top Oss di kasta kedua Liga Belanda setelah promosi dari tim utama FC Dordrecht.
Ia kini memiliki nilai pasar sekitar Rp2,61 miliar.
Sementara itu, Ryan Flamingo yang berposisi sebagai bek tengah sudah meraih puncak kariernya dengan bergabung bersama raksasa Belanda, PSV Eindhoven, yang berlaga di Eredivisie.
Pemain kelahiran 31 Desember 2002 ini memiliki nilai pasar mencapai Rp208,58 miliar, menjadikannya aset penting bagi PSV.
Melihat potensi karier yang dimiliki keduanya di Liga Belanda, keputusan untuk bermain di Liga Indonesia dan menunggu lima tahun sebelum bisa membela Timnas Indonesia tentu tidak mudah.
Hal ini menjadi dilema bagi mereka, mengingat kiprah mereka yang tengah positif di Eropa.
Sungguh disayangkan jika potensi besar Ryan dan Mauresmo untuk Timnas Indonesia harus terbentur aturan dan pilihan karier yang sulit.(tohir)





