INGATLAH.COM – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Barat menggelar acara Refreshment Kepemimpinan dengan tema “Menguatkan Kepemimpinan Transformatif Menuju Peradaban Utama” pada Minggu (13/10).
Acara ini dihadiri oleh para pimpinan dan anggota Aisyiyah Sumbar, serta menghadirkan calon Gubernur Sumatera Barat nomor urut 1, Mahyeldi, sebagai narasumber utama.
Dalam sambutannya, Mahyeldi menekankan pentingnya mempersiapkan kompetensi yang memadai untuk para pemimpin.
“Sediakan bekal kompetensi untuk pemimpin, karena sesuatu amanah jika dititipkan pada orang yang tidak berkompetensi akan timbul kehancuran,” tegas Mahyeldi.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan kepemimpinan.
“Dalam kepemimpinan itu ada tantangan yang akan dihadapi, tidak semua mulus. Seorang pemimpin harus menjaga hati mereka yang berada di bawahnya. Jadi ketika ada permasalahan, bisa bersama-sama menyelesaikannya,” tambahnya.
Mahyeldi juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama dalam sebuah tim untuk mencapai kesuksesan.
“Superman belum tentu sukses. Namun, superteam pasti sukses,” ujarnya, mengajak peserta untuk melihat pentingnya kolaborasi.
Setelah Mahyeldi memberikan sambutannya, Ketua PWA Sumbar, Syur’aini, melanjutkan dengan mengapresiasi kehadiran Mahyeldi dan menekankan pentingnya acara ini sebagai ajang pembelajaran bagi para peserta untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan.
“Pada kesempatan kali ini, kita disuguhi dan belajar mengenai kepemimpinan langsung dari Buya Mahyeldi. Beliau adalah sosok yang memiliki banyak pengalaman dan prestasi dalam memimpin, baik sebagai Wali Kota Padang maupun dalam perannya sebagai Gubernur Sumatera Barat,” ujar Syur’aini.
Syur’aini menegaskan bahwa tema kepemimpinan transformatif yang diusung dalam acara ini sangat relevan dengan kebutuhan masa kini.
Menurutnya, seorang pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan membawa perubahan yang positif di tengah masyarakat, demi mewujudkan peradaban yang lebih maju dan bermartabat.
“Kepemimpinan bukan hanya soal memimpin dengan kekuasaan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa menginspirasi dan memotivasi orang lain untuk bersama-sama mencapai tujuan yang lebih besar. Inilah yang akan kita pelajari dari pengalaman dan pandangan Buya Mahyeldi dalam sesi ini,” lanjut Syur’aini.
Acara Refreshment Kepemimpinan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dari peserta, yang terlihat aktif berdialog dan berdiskusi dengan Mahyeldi.
Syur’aini berharap, acara seperti ini dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan para peserta tentang kepemimpinan, sehingga mereka bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan dalam peran mereka di Aisyiyah.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana menjadi pemimpin yang mampu bertransformasi dan membawa perubahan yang signifikan di masyarakat, khususnya di lingkungan Aisyiyah dan di Sumatera Barat secara umum,” tutup Syur’aini. (*)





