INGATLAH.COM — Tim gabungan Ditreskrimum Polda Sumbar bersama Resmob Polres Dharmasraya, Polres Solok, dan Polres Kota Solok mengungkap jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga beroperasi lintas kabupaten dan kota.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap seorang terduga pelaku berinisial Fani yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang (DPO).
Fani ditangkap di Jorong Kayu Aro, Kelurahan Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Kamis (24/9) sekitar pukul 03.30 WIB.
Kasus ini merupakan pengembangan pencurian Honda CRF milik Reki Misdianto di area parkir karaoke di Jorong Sungai Nili, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya, pada 30 April 2026. Korban mengalami kerugian sekitar Rp38,5 juta.
Dirreskrimum Polda Sumbar Kombes Pol Teddy Fanani mengatakan, hasil pemeriksaan awal terhadap Fani mengungkap dugaan keterlibatan kelompok tersebut dalam sejumlah kasus curanmor.
“Terduga pelaku mengakui keterlibatannya dalam sejumlah aksi pencurian kendaraan bermotor. Ada 19 kejadian yang saat ini kami dalami dan cocokkan dengan laporan polisi serta alat bukti,” kata Teddy.
Kasus yang diduga berkaitan dengan kelompok tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Dharmasraya, Kabupaten Solok, Kota Solok, Batusangkar, Sungai Lasi, Bandar Bandung, Bukit Tandang, Talang, Sungai Jambu, Muaro Bodi, Tanjung Bingkuang, Cupak, Muaro Panas, dan Singkarak.
Dalam pengembangan perkara, polisi mengamankan sejumlah kendaraan di kawasan Alahan Panjang. Barang bukti tersebut terdiri dari Honda CRF 150 putih-hitam, Honda CRF 150L hitam, Honda CRF hitam-merah, Honda Beat, dan Kawasaki KLX.
Polisi juga mengejar terduga pelaku lain berinisial Rezo yang menggunakan Daihatsu Sigra abu-abu metalik dengan nomor polisi yang diduga palsu. Rezo melarikan diri hingga kawasan Ngalau Indarung.
Meski demikian, polisi berhasil mengamankan mobil tersebut beserta alat yang diduga digunakan untuk merusak kunci kontak kendaraan roda dua maupun roda empat.
Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyidikan. Polisi masih mendalami dugaan keterlibatan kelompok tersebut dalam 19 kasus curanmor





