INGATLAH.COM – Real Madrid ternyata melayangkan protes ternyata terhadap kepemimpinan wasit Ortiz Arias.
Hal itu usai Kalah dari Atletico Madrid dalam Derby Madrid, Sabtu (19/9/3026).
Los Blancos menilai sejumlah keputusan kontroversial ikut memengaruhi jalannya pertandingan yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Atletico.
Derby Madrid mempertemukan Atletico Madrid dan Real Madrid di Stadion Metropolitano, Minggu (20/9/2026) malam WIB.
Tuan rumah berhasil mengamankan tiga poin setelah mencetak dua gol lebih dulu sebelum Real Madrid memperkecil ketertinggalan.
Atletico membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Alejandro Grimaldo.
Jonathan David kemudian menggandakan keunggulan Los Colchoneros sebelum Antonio Ruediger mencetak gol balasan untuk Real Madrid.
Pertandingan berlangsung panas dan diwarnai sejumlah keputusan wasit yang dipersoalkan kubu Real Madrid.
Salah satunya terkait dua pemain Atletico, Cristian Romero dan Lee Kang-in, yang dinilai melakukan pelanggaran keras tetapi tidak mendapatkan kartu merah.
Cristian Romero lolos dari hukuman setelah dinilai menginjak lutut Jude Bellingham.
Sementara itu, Lee Kang-in juga tidak mendapat kartu setelah melakukan pelanggaran yang mengenai pergelangan kaki kiri Federico Valverde.
Sebaliknya, Real Madrid harus bermain dengan 10 pemain setelah Dean Huijsen diusir wasit.
Huijsen awalnya hanya menerima kartu kuning karena pelanggaran terhadap Giuliano Simeone di kotak penalti.
Namun, keputusan tersebut berubah setelah Ortiz Arias mendapatkan rekomendasi dari Video Assistant Referee (VAR) untuk meninjau insiden melalui monitor.
Setelah melakukan pengecekan, sang wasit mengubah kartu kuning Huijsen menjadi kartu merah.
Usai pertandingan, Real Madrid secara resmi menyampaikan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Ortiz Arias.
Klub ibu kota Spanyol itu menilai sejumlah keputusan wasit berdampak terhadap jalannya pertandingan hingga akhirnya Atletico keluar sebagai pemenang.
“Real Madrid kalah di Metropolitano dalam derby yang diwarnai oleh buruknya kinerja wasit Ortiz Arias, yang gagal mengusir Cuti Romero di babak pertama karena menginjak lutut Bellingham (meskipun telah meninjau kejadian tersebut melalui monitor) dan Kang-In Lee karena menginjak pergelangan kaki kiri Valverde,” demikian pernyataan resmi Real Madrid.
Real Madrid juga menyoroti perbedaan perlakuan terhadap pelanggaran yang dilakukan pemain kedua tim.
Menurut klub, keputusan-keputusan tersebut turut membentuk jalannya pertandingan.
“Kedua keputusan tersebut membentuk jalannya pertandingan, yang akhirnya dimenangkan Atletico di babak kedua,” lanjut pernyataan tersebut.
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, turut memberikan komentar mengenai kepemimpinan wasit.
Ia mempertanyakan pengalaman Ortiz Arias dan ofisial VAR dalam menangani pertandingan dengan tekanan tinggi seperti Derby Madrid.
Mourinho menilai keputusan-keputusan yang diambil dalam pertandingan tersebut menjadi salah satu hal yang patut dievaluasi setelah Real Madrid gagal membawa pulang poin dari markas Atletico Madrid.





