INGATLAH.COM — Potensi gangguan keamanan tak menunggu terjadi untuk dicegah. Polsek Batu Hampar melalui Bhabinkamtibmas Kepenghuluan Sungai Sialang, Aipda Teguh Basuki, turun langsung menemui warga di kawasan Lintas Bagansiapiapi, Kamis (10/9/2026).
Sambang warga yang dimulai sekitar pukul 10.47 WIB itu menjadi sarana polisi memasang “radar dini” terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, warga diajak memperkuat kamtibmas, menjaga keutuhan NKRI, menjauhi paham radikalisme serta tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoaks.
Tak hanya soal keamanan, polisi juga menyoroti ancaman narkotika yang dapat merusak generasi muda. Warga diminta tidak mencoba maupun terlibat dalam penyalahgunaan narkotika serta aktif memberikan informasi jika mengetahui adanya dugaan peredaran atau penyalahgunaan narkoba.
Pesan lain yang tak kalah penting menyangkut ancaman kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta tidak menggunakan metode pembakaran saat mengolah lahan.
Imbauan tersebut dinilai penting karena keberadaan lahan gambut membuat potensi kebakaran menjadi persoalan serius. Warga diminta memastikan penggunaan api dilakukan secara aman dan tidak menimbulkan risiko kebakaran.
Kapolsek Batu Hampar IPTU Irfan Siswanto, S.H., M.H. menegaskan, sambang warga merupakan langkah preventif untuk mendeteksi sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Kami ingin membangun komunikasi dua arah. Masyarakat bukan hanya sebagai penerima imbauan, tetapi juga menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan,” kata Irfan.
Ia meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan adanya potensi gangguan keamanan, termasuk dugaan penyalahgunaan narkotika.
“Jangan dibiarkan. Jika masyarakat mengetahui adanya gangguan kamtibmas atau penyalahgunaan narkotika, segera informasikan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek Batu Hampar. Informasi dari masyarakat sangat membantu langkah pencegahan dan penanganan,” ujarnya.
Terkait karhutla, Irfan mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh penggunaan api di sekitar lahan.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kita harus mencegah dari awal karena api di lahan gambut bisa cepat meluas dan penanganannya tidak mudah,” tegasnya.
Ia juga mengajak warga menjadi pengguna media sosial yang cerdas dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kamtibmas adalah tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi, kepedulian dan keberanian masyarakat untuk melapor, berbagai potensi gangguan bisa kita cegah bersama,” pungkasnya.
Kegiatan sambang berakhir dalam keadaan aman dan kondusif.





