INGATLAH.COM – Pemain Java United FC, Riyan Ardiansyah, tengah diliputi motivasi tinggi jelang menghadapi laga perdana BRI Super League 2026/27.
Java United akan menjamu Garudayaksa FC di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (6/9) sore.
Riyan menegaskan seluruh pemain telah menjalani persiapan matang bersama tim pelatih.
Selama sepekan terakhir, skuad Laskar Kepodang Emas terus mematangkan strategi dan game plan demi mengawali musim dengan hasil maksimal.
“Tim pelatih sudah mempersiapkan sesuai game plan dan semua pemain siap menerapkan rencana untuk meraih hasil maksimal,” kata Riyan Ardiansyah, Sabtu (5/9).
Menurutnya, pertandingan perdana selalu memiliki tantangan tersendiri.
Meski begitu, Riyan memastikan Java United siap berjuang habis-habisan untuk mengamankan tiga poin di hadapan pendukungnya sendiri.
“Semoga apa yang disiapkan bisa kita tampilkan dan bisa meraih kemenangan. Tentu pertandingan pertama tidak mudah, tapi kita akan berjuang maksimal agar bisa memenangkan pertandingan besok,” tegasnya.
Laga melawan Garudayaksa FC juga memiliki arti khusus bagi Riyan. Stadion Jatidiri bukanlah tempat asing baginya.
Sebelum bergabung dengan Java United, yang sebelumnya bernama Malut United FC, Riyan pernah menjadi bagian dari PSIS Semarang yang menjadikan stadion tersebut sebagai markas.
Pengalaman kembali bermain di Stadion Jatidiri pun menjadi tambahan motivasi bagi Riyan untuk memberikan penampilan terbaiknya.
Di sisi lain, Java United menyambut musim baru dengan semangat besar di bawah arahan pelatih Fabio Lefundes.
Serangkaian persiapan yang telah dijalani sejak Juli 2026 disebut telah membentuk kesiapan fisik dan mental para pemain untuk menghadapi persaingan sepanjang musim.
Namun, perjuangan Java United musim ini dimulai dengan situasi yang tidak mudah.
Tim harus mengawali kompetisi dengan pengurangan dua poin sebagai konsekuensi perpindahan home base dari Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, ke Stadion Jatidiri, Semarang.
Fabio Lefundes menegaskan situasi tersebut berada di luar kendali pemain maupun tim pelatih. Karena itu, satu-satunya cara untuk meresponsnya adalah dengan bekerja keras dan segera mengumpulkan poin.
“Pengurangan dua poin merupakan situasi yang berada di luar kendali tim pelatih dan pemain. Tugas kami sekarang adalah memberikan reaksi sebaik mungkin untuk meraih tiga poin,” ujar Fabio.
Pertandingan menghadapi Garudayaksa FC pun menjadi titik awal perjuangan Java United untuk bangkit dan mengejar target di musim 2026/27.
Kehadiran Laskar Kepodang Emas di Jawa Tengah juga diharapkan dapat memberi warna baru bagi atmosfer sepak bola di wilayah tersebut.
Tak hanya mengejar prestasi, Java United ingin membangun kedekatan dengan masyarakat dan pencinta sepak bola di Semarang serta Jawa Tengah.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan promo tiket dengan harga terjangkau. Untuk pertandingan Java United kontra Garudayaksa FC, tiket dijual dengan harga Rp15.000.
Dengan harga tersebut, Java United berharap dukungan suporter dapat memenuhi Stadion Jatidiri dan menjadi energi tambahan bagi tim dalam mengawali perjalanan mereka di BRI Super League 2026/27.
Bagi Riyan Ardiansyah dan rekan-rekannya, laga perdana ini bukan sekadar pertandingan pembuka.
Duel melawan Garudayaksa FC menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa Java United siap menjawab tantangan, termasuk memulai musim dari posisi minus dua poin, dengan sebuah kemenangan.





