UtamaBengkalisRiau

Darwin Napitu Meninggal di Tengah Konflik Gajah di Bengkalis, BBKSDA Riau: Karena Kelelahan

×

Darwin Napitu Meninggal di Tengah Konflik Gajah di Bengkalis, BBKSDA Riau: Karena Kelelahan

Sebarkan artikel ini
Darwin Napitu Meninggal di Tengah Konflik Gajah di Bengkalis, BBKSDA Riau: Karena Kelelahan
Ilustrasi.(ist)

INGATLAH.COM – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau meluruskan informasi terkait meninggalnya seorang warga dalam peristiwa yang melibatkan aktivitas gajah liar di wilayah Sebanga, Kabupaten Bengkalis.

Kepala Bagian Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menegaskan bahwa warga bernama Darwin Sondang Napitu (47) meninggal dunia bukan akibat serangan atau tendangan gajah liar.

Menurut Ujang, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan informasi yang diterima tim, Darwin meninggal karena faktor kelelahan.

“Darwin Sondang Napitu, 47 tahun bukan meninggal karena serangan gajah, akan tetapi karena faktor kelelahan,” tegas Ujang.

Penjelasan tersebut disampaikan setelah Tim BBKSDA Riau melalui Seksi Konservasi Wilayah III turun langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas gajah liar pada Jumat (21/8/2026).

Baca Juga  HUT TNI ke-81, Kapolsek Payung Sekaki Tegaskan TNI-Polri Harus Kompak Jaga Kamtibmas

Tim yang tiba di lokasi bersama warga setempat menemukan jejak gajah liar.

Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan keberadaan satwa tersebut.

Dari hasil pemeriksaan lapangan, terdapat dua titik lokasi kejadian yang berada di dalam kawasan Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah Sebanga.

Pada salah satu titik, seorang warga bernama Mikhael Daniel Simarmata (18) mengalami luka setelah diduga terkena tendangan gajah liar ketika melakukan upaya pengusiran. Sementara Darwin yang meninggal dunia tidak ditemukan sebagai korban serangan gajah.

BBKSDA Riau memastikan tim telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk mencari keberadaan gajah liar. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, satwa tersebut tidak lagi ditemukan di sekitar lokasi.

Baca Juga  Remaja 18 Tahun di Bengkalis Diduga Ditendang Gajah Liar, Begini Kata Balai Besar KSDA Riau

Ujang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu konflik atau membahayakan keselamatan ketika menemukan gajah liar.

“Masyarakat agar tetap menjaga ketenangan, tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan manusia maupun satwa,” ujarnya.

Masyarakat yang kembali menemukan keberadaan gajah liar di sekitar permukiman diminta segera melaporkannya kepada aparat desa atau menghubungi Call Centre BBKSDA Riau.

“Sehingga dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur,” kata Ujang.

BBKSDA Riau bersama instansi terkait juga akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi di wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mencegah konflik antara manusia dan gajah liar kembali terjadi serta menjaga keselamatan masyarakat sekaligus kelestarian satwa yang dilindungi.