SumbarBerita

Tiga Hari Dicari, Mahasiswa KKN ISI Padang Panjang Ditemukan Meninggal

×

Tiga Hari Dicari, Mahasiswa KKN ISI Padang Panjang Ditemukan Meninggal

Sebarkan artikel ini
Terungkap, Ini Identitas Mahasiswi Korban Tabrak Lari Maut di Jalan Siak 2 Pekanbaru
Ilustrasi korban meninggal.(ist)

INGATLAH — Setelah tiga hari dilakukan pencarian, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang yang hilang terseret ombak di Pantai Labuan Baruak, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, akhirnya ditemukan.

Korban, Rayhan Eriyandi alias Rehan (23), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Komandan Tim SAR, Wahyu Hidayat, mengatakan jasad korban ditemukan mengapung di laut oleh tim SAR gabungan.

Baca Juga  Kunjungi Posko Pengungsian, Djamari Chaniago Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Padang

“Korban ditemukan sudah dalam kondisi mengambang, mengapung di laut,” kata Wahyu.

Setelah korban ditemukan, operasi pencarian resmi dihentikan.

“Pencarian dihentikan. Karena korban ditemukan,” ujarnya.

Sebelumnya, Rehan dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat mandi di kawasan Pantai Labuan Baruak pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat kejadian, Rehan bersama sejumlah rekannya berada di kawasan pantai. Korban kemudian terseret ombak hingga akhirnya dilaporkan hilang.

Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian sejak Rabu sore. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban.

Baca Juga  Dari Vespa Keliling hingga Cafe Kreatif, Ini Kisah Inspiratif Wowen Anjona

Operasi pencarian melibatkan Basarnas, BPBD, TNI AL, Polairud, Polsek Batang Kapas, pemerintah kecamatan, wali nagari, serta masyarakat setempat.

Namun, pencarian selama dua hari pertama belum membuahkan hasil. Hingga akhirnya, pada Sabtu siang, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi SAR terhadap mahasiswa KKN ISI Padang Panjang yang sebelumnya dinyatakan hilang setelah terseret ombak.