INGATLAH.COM – Persebaya Surabaya memilih bersikap selektif dalam menyusun skuad untuk menghadapi Super League 2026/27.
Di tengah bursa transfer pemain yang masih terbuka, Bajul Ijo tidak ingin terburu-buru menggunakan seluruh kuota pemain asing hanya demi memenuhi jumlah maksimal.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menegaskan bahwa kualitas dan kesesuaian pemain dengan kebutuhan tim menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan transfer.
Menurutnya, manajemen dan tim pelatih masih terus memantau perkembangan bursa transfer.
Karena itu, kemungkinan Persebaya mendatangkan pemain baru masih terbuka, baik pemain asing maupun lokal.
“Pada saat ini bursa transfer masih terbuka, sehingga hingga batas waktu berakhir, segala kemungkinan tetap bisa terjadi. Kami bisa saja menambah satu pemain asing, tidak menambah sama sekali, atau justru merekrut pemain lokal baru,” ujar Tavares.
Persebaya saat ini telah memiliki 10 pemain asing untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/27.
Jumlah tersebut membuat klub asal Surabaya itu masih memiliki satu slot pemain asing apabila ingin memaksimalkan kuota yang tersedia.
Berdasarkan regulasi I.League, klub kasta tertinggi dapat mendaftarkan maksimal 11 pemain asing. Dari jumlah tersebut, sembilan pemain dapat masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP), sedangkan maksimal tujuh pemain asing diperbolehkan tampil secara bersamaan di lapangan.
Namun, regulasi tersebut tidak membuat Tavares ingin sembarangan mendatangkan pemain. Ia menilai penambahan pemain baru harus benar-benar memberikan kontribusi terhadap kebutuhan tim.
Saat ini, lini pertahanan Persebaya diperkuat Risto Mitrevski dari Makedonia Utara, Walber Mota asal Brasil/Portugal, Jefferson Silva dari Brasil, dan Yuran Fernandes dari Tanjung Verde.
Sektor tengah diisi Gledson Paixao, Francisco Rivera, serta Diogo Ramalho. Ketiganya berasal dari Brasil, Meksiko, dan Portugal.
Sementara di lini depan, Persebaya memiliki Alex Martins dari Brasil, Miguel Pereira dari Portugal, dan Yann Kevin Mabella dari Kongo.
Dengan komposisi tersebut, Tavares masih melakukan evaluasi terhadap kekuatan skuad yang ada. Menurutnya, kehadiran pemain baru tidak otomatis membuat sebuah tim menjadi lebih kuat.
“Kami berharap bisa memiliki tim yang bagus, karena itulah target utama kami. Namun, terkadang bukan berarti dengan hadirnya satu pemain baru kita langsung menjadi lebih baik,” jelas pelatih asal Portugal tersebut.
Tavares juga mempertimbangkan keseimbangan antara pemain asing dan lokal. Baginya, pemain lokal tetap memiliki peran penting dalam membangun karakter serta kekuatan tim.
Ia bahkan menilai tidak masuk akal jika klub mendatangkan pemain asing hanya untuk memenuhi kuota, sementara jumlah pemain asing yang dapat dimainkan dalam pertandingan tetap terbatas.
“Mendatangkan pemain hanya demi menggenapi kuota 11 pemain asing menurut saya tidak masuk akal, sebab kita hanya bisa memainkan tujuh pemain di lapangan dan dua pemain di bangku cadangan,” tegasnya.
Tavares menambahkan, skuad Persebaya tidak hanya bergantung pada legiun asing. Pemain lokal disebut sebagai bagian penting dalam membangun kekuatan tim secara keseluruhan.
“Skuad ini bukan hanya berisi pemain asing, karena bagi saya, pemain lokal adalah jantung dari tim ini,” tandasnya.
Dengan bursa transfer yang masih terbuka, Persebaya memiliki waktu untuk menentukan langkah berikutnya. Klub berjuluk Green Force itu tidak menutup peluang menambah pemain, tetapi setiap keputusan akan diambil berdasarkan kebutuhan dan strategi tim.
Sikap tersebut menunjukkan Persebaya ingin membangun skuad yang efektif dan kompetitif, bukan sekadar mengejar jumlah pemain asing. Bagi Tavares, kualitas, keseimbangan, dan kecocokan dengan kebutuhan taktik jauh lebih penting daripada memenuhi kuota maksimal.





