RiauPekanbaru

Pantau Titik Rawan Karhutla dari Udara, Polda Riau Bersama TNI-BPBD Sisir Bengkalis hingga Rohil

×

Pantau Titik Rawan Karhutla dari Udara, Polda Riau Bersama TNI-BPBD Sisir Bengkalis hingga Rohil

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Dari udara, sejumlah kawasan rawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau kembali dipantau.

Polda Riau bersama TNI dan BPBD melakukan patroli udara dan peninjauan darat untuk memastikan potensi titik api dapat dideteksi sedini mungkin sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Patroli tersebut dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi bersama Irdam XIX/Tuanku Tambusai, Kalaksa BPBD Riau M Edy Aprizal, Irwasda Polda Riau Kombes Ino Harianto, Karoops Polda Riau Kombes Edison LB Sitanggang, serta personel Bidhumas Polda Riau.

Dari udara, tim memantau sejumlah wilayah yang memiliki potensi rawan Karhutla, di antaranya Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.

Pemantauan kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Sinaboi dan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi turut hadir dalam peninjauan di wilayah tersebut.

Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi mengatakan patroli udara menjadi bagian dari upaya memetakan kawasan rawan sekaligus memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani secepat mungkin.

Baca Juga  Santri Ibnu Jarir Kampar Harumkan Riau di MQKN 2025, Miftah Al Khair Sabet Juara 3 Nasional

Menurutnya, salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Pasir Limau Kapas.

Wilayah tersebut sebelumnya sempat dilanda kebakaran yang membutuhkan penanganan bersama dari berbagai unsur.

“Di mana saat ini kami berkolaborasi bersama-sama, baik itu TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), termasuk masyarakat lokal sedang melakukan pemadaman api,” kata Hengki.

Kolaborasi tersebut membuahkan hasil. Api di lokasi yang menjadi titik perhatian telah berhasil dipadamkan.

Meski demikian, personel gabungan masih disiagakan untuk melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala dan memicu kebakaran baru.

“Hasil deteksi kami saat ini, hotspot yang menjadi perhatian bahwa area yang terdampak sekitar 5 sampai 6 hektare. Sekarang sudah berhasil dipadamkan dan saat ini dilakukan pendinginan,” jelasnya.

Baca Juga  Disdik Riau Raih Predikat Pelayanan Baik, Begini Kata acSF Hariyanto

Tidak hanya mengandalkan pemantauan dari udara, petugas juga melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi kawasan pascakebakaran sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.

Patroli udara dan darat juga terus diarahkan ke wilayah lain yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan hotspot sekaligus mempercepat respons apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Polda Riau menegaskan sinergi antara TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Upaya deteksi dini melalui patroli udara, pengawasan darat, hingga kesiapsiagaan personel di titik rawan diharapkan mampu mencegah kebakaran meluas serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga Riau dari ancaman Karhutla, terutama di tengah kondisi kawasan yang memiliki potensi kebakaran cukup tinggi.