INGATLAH.COM – Seorang remaja dilaporkan hilang setelah diduga tenggelam di Sungai Siak, Kabupaten Siak, Rabu (5/8/2026).
Peristiwa ini terjadi di perairan Sungai Siak, tepatnya di depan kawasan Taman Singapur.
Informasi awal mengenai kejadian tersebut disampaikan oleh Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pekanbaru.
Tim berjumlah 6 orang langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak.
Insiden ini dikategorikan sebagai kondisi membahayakan manusia, sehingga operasi pencarian dan pertolongan (SAR) segera dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur gabungan.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi mengatakan personel rescue langsung diberangkatkan lengkap dengan peralatan pencarian di air sesaat setelah laporan diterima.
Setibanya di lokasi, tim SAR segera berkoordinasi dengan unsur gabungan yang terdiri dari BPBD, aparat kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat.
Upaya pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan sungai dan memperluas area pencarian berdasarkan titik terakhir korban terlihat serta arah arus.
“Kami melaksanakan pencarian sesuai prosedur operasi SAR dengan memperhatikan kondisi arus sungai dan keselamatan personel,” ujarnya.
Untuk mendukung proses pencarian, tim juga mengerahkan perahu karet serta berbagai peralatan keselamatan guna menjangkau titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban.
Dalam operasi ini, keselamatan personel menjadi prioritas utama. Seluruh petugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD), mengingat kondisi Sungai Siak yang memiliki arus cukup kuat, terutama saat air dalam keadaan pasang.
Pihak SAR juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi pencarian. Selain berisiko membahayakan keselamatan, kerumunan warga juga dapat menghambat jalannya operasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun di lokasi karena dapat membahayakan dan mengganggu proses pencarian,” tegas petugas.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR bersama unsur gabungan terus berkoordinasi untuk menentukan langkah dan strategi lanjutan apabila korban belum ditemukan dalam waktu dekat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas di perairan, terutama di sungai dengan arus deras seperti Sungai Siak yang berpotensi membahayakan keselamatan.





