INGATLAH.COM – Kepolisian terus mengusut kematian dokter residen anestesi, Alex Cristo Loris (30), yang ditemukan meninggal dunia di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Selasa (14/7/2026).
Hingga kini, sedikitnya lima saksi telah diperiksa guna mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan tak bernyawa.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam melalui Kasat Reskrim AKP Raja Kosmos menyampaikan, proses autopsi terhadap jenazah korban sebenarnya telah rampung dilakukan pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Namun, penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan.
“Dokter forensik belum bisa memastikan penyebab kematian karena masih memerlukan pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa sampel di laboratorium forensik,” ujar Raja Kosmos, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, sampel yang diambil saat autopsi kini telah diajukan untuk diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor).
Hasil pemeriksaan tersebut diperkirakan baru akan diketahui dalam waktu sekitar dua pekan.
“Kami telah mengirimkan permohonan pemeriksaan ke laboratorium forensik. Mudah-mudahan hasilnya dapat keluar kurang lebih dua minggu lagi,” jelasnya.
Sembari menunggu hasil Labfor, penyidik terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi. Hingga saat ini, lima orang telah dimintai keterangan.
Kelima saksi tersebut terdiri dari petugas keamanan dan sopir ambulans yang pertama kali menemukan korban, pegawai rumah sakit.
Ada juga saksi rekan sesama peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi, dr. Mayang, serta dr. Beni yang merupakan senior sekaligus pembimbing korban di RSUD Tengku Rafian.
Pemeriksaan terhadap para saksi ini bertujuan untuk menyusun secara utuh kronologi sebelum korban ditemukan meninggal dunia di area semak belukar di luar pagar rumah sakit.
Raja Kosmos menegaskan, jumlah saksi yang diperiksa masih berpotensi bertambah seiring perkembangan penyelidikan.
Polisi juga terus mengumpulkan berbagai informasi dan bukti untuk mengungkap secara terang penyebab kematian dokter muda tersebut.
“Hingga saat ini pemeriksaan saksi masih terus diintensifkan. Perkembangannya akan kami sampaikan setelah hasil laboratorium forensik maupun pendalaman terhadap saksi-saksi selesai,” pungkasnya.





