HukrimPekanbaruRiauSiakUtama

Terungkap! Satu Korban Tewas Kapal Pompong Tenggelam di Siak Ternyata Pegawai Bea Cukai Pekanbaru

×

Terungkap! Satu Korban Tewas Kapal Pompong Tenggelam di Siak Ternyata Pegawai Bea Cukai Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
Terungkap! Satu Korban Tewas Kapal Pompong Tenggelam di Siak Ternyata Pegawai Bea Cukai Pekanbaru
Terungkap! Satu Korban Tewas Kapal Pompong Tenggelam di Siak Ternyata Pegawai Bea Cukai Pekanbaru

INGATLAH.COM – Satu dari tiga korban tewas dalam insiden Kapal Pompong Tenggelam di perairan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) ternyata pegawai Bea Cukai Pekanbaru.

Korban itu diketahui bernama Aditia Waskita Jauhari (27), warga Binjai, Sumatera Utara.

Sebelumnya, INGATLAH.com memberitakan identitas tiga korban yang meninggal dunia akhirnya terungkap.

Ketiganya ditemukan secara bertahap oleh tim SAR gabungan setelah sempat dinyatakan hilang pascakecelakaan laut yang terjadi saat pelaksanaan draft survey di kapal MV Himala.

Selain Aditia, korban lainnya adalah Ilham Putra Siregar (29), warga Kampung Merempan, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak dan Desmon Nataldo (34), warga Kota Pekanbaru.

Sementara itu, hingga Selasa (7/7/2026) malam, satu korban lainnya masih belum ditemukan dan akan kembali dicari dalam operasi SAR yang dilanjutkan pada Rabu (8/7/2026).

Terpisah, pihak Bea Cukai Pekanbaru dalam unggahan media sosial Instagramnya menyampaikan kabar duka tersebut.

“Keluarga besar KPPBC TMP B Pekanbaru menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Aditya Waskita Jauhari, Pelaksana pada Seksi PKC III KPPBC TMP B Pekanbaru. Beliau gugur saat bertugas melakukan Pelayanan Ekspor di Pelabuhan Tanjung Buton, Siak,” tulis akun tersebut.

Baca Juga  Ruang Baca Rimba Bulan Umumkan Pemenang Lomba Puisi Ramadan 2025

Kapolsek Sungai Apit, Iptu Adifian Ikhsan, membenarkan perkembangan terbaru proses pencarian tersebut.

“Alhamdulillah, tiga orang sudah ditemukan oleh tim gabungan. Tinggal satu orang lagi yang belum ditemukan. Pencarian besok pagi kita lanjutkan kembali,” ujar Adifian.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat sebuah kapal motor jenis pompong mengangkut tujuh orang untuk melakukan kegiatan draft survey terhadap kapal MV Himala di perairan Tanjung Buton.

Di tengah aktivitas itu, kapal diduga mengalami kecelakaan hingga akhirnya tenggelam di kawasan perairan Kawasan Industri Tanjung Buton.

Dari tujuh orang yang berada di atas kapal, tiga orang berhasil menyelamatkan diri.

Sementara empat lainnya sempat dinyatakan hilang dan menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan.

Baca Juga  Indehoy di Rumah Pribadi, Istri Sah Gerebek Camat Padang Selatan dengan Stafnya

Sejak menerima laporan kecelakaan, Basarnas bersama TNI, Polri, KSOP, pihak perusahaan, dan unsur terkait lainnya langsung melakukan operasi pencarian secara intensif.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 00.00 WIB dari Jeny, perwakilan Perusahaan Pelayaran Tujuh Samudra.

Tak lama berselang, personel SAR langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan penyisiran di sekitar titik tenggelamnya kapal.

Meski menghadapi tantangan arus laut yang cukup kuat, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan tiga korban secara bertahap dan mengevakuasi jenazah ke darat untuk proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut.

Hingga kini, operasi pencarian masih terus dilakukan dengan harapan satu korban yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi, sehingga seluruh korban tragedi kapal pompong di perairan Tanjung Buton dapat dipastikan keberadaannya dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.