INGATLAH.COM – Teka-teki siapa sosok pelatih kepala PSPS Pekanbaru usai ditinggal Aji Santoso Akhirnya terjawab, Senin (22/6/2026).
Tim berjuluk Askar Bertuah itu resmi menunjuk Akhyar Ilyas sebagai nahkoda baru untuk mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2026/2027.
Kehadiran Akhyar Ilyas diharapkan mampu membawa PSPS Pekanbaru mewujudkan target besar kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1.
Nama Akhyar bukan sosok asing di kompetisi Liga 2.
Musim lalu, pelatih asal Aceh tersebut sukses mencuri perhatian setelah berhasil mengangkat performa Persiraja Banda Aceh yang sempat terpuruk di papan bawah klasemen.
Saat menangani Persiraja pada musim 2025/2026, Akhyar berhasil membawa tim berjuluk Laskar Rencong itu keluar dari ancaman degradasi dan mengakhiri kompetisi di posisi kelima Grup A Liga 2.
Padahal, saat pertama kali datang, Persiraja berada di zona play-off degradasi dan menghadapi situasi yang cukup sulit.
Melalui sentuhan taktik, strategi permainan, serta sejumlah rekrutan pemain pada bursa transfer pertengahan musim, Akhyar mampu mengubah wajah tim dan membawa Persiraja tampil lebih kompetitif.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu alasan utama manajemen PSPS Pekanbaru menjatuhkan pilihan kepada Akhyar Ilyas sebagai pelatih kepala yang baru.
CEO PSPS Pekanbaru, Edward Riansyah, membenarkan bahwa proses perekrutan telah rampung dan Akhyar resmi menjadi bagian dari keluarga besar Askar Bertuah.
“Alhamdulillah, Coach Akhyar sudah resmi bergabung dengan PSPS Pekanbaru,” ujar Edward Riansyah, Senin (22/6/2026).
Menurut Edward, manajemen saat ini masih fokus menyelesaikan pembentukan tim pelatih sebelum bergerak mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan dan filosofi permainan pelatih baru.
“Sekarang kami fokus menyelesaikan urusan pelatih terlebih dahulu. Setelah itu baru melakukan penjajakan pemain bersama pelatih. Semua dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Penunjukan Akhyar Ilyas dilakukan setelah PSPS kehilangan Aji Santoso yang sebelumnya telah dikontrak sebagai pelatih kepala.
Namun, mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut memutuskan mengundurkan diri karena alasan keluarga sebelum memulai persiapan tim secara penuh.
Situasi itu membuat manajemen harus bergerak cepat agar persiapan menghadapi Liga 2 tidak terganggu.
Musim ini menjadi tantangan besar bagi PSPS Pekanbaru.
Selain kembali tergabung di Grup Barat yang dihuni sejumlah tim kuat, PSPS juga mengusung target promosi ke Liga 1 setelah beberapa musim gagal mewujudkan ambisi tersebut.
Dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki Akhyar Ilyas dalam membangkitkan tim yang sedang terpuruk, publik sepak bola Riau berharap sang pelatih mampu menghadirkan perubahan positif dan membawa Askar Bertuah bersaing di papan atas Liga 2.
Kini, langkah baru PSPS Pekanbaru resmi dimulai.
Tugas berat menanti Akhyar Ilyas untuk membangun skuad yang kompetitif sekaligus mengembalikan kejayaan klub kebanggaan masyarakat Riau tersebut.





