INGATLAH.COM – PSPS Pekanbaru resmi akan kembali berjuang di Grup Barat pada kompetisi Liga 2 musim ini.
Namun, tantangan kali ini dipastikan jauh lebih berat setelah persaingan diramaikan dua tim kuat, yakni PSIS Semarang dan Semen Padang FC yang baru saja terdegradasi dari Liga 1.
Kabar itu pertama kali disampaikan tim berjuluk Askar Bertuah itu di akun resminya, Senin (23/6/2026).
Kompetisi Liga 2 sendiri dijadwalkan mulai bergulir pada September 2026 dengan diikuti 20 klub yang dibagi ke dalam dua grup, yakni Grup Barat dan Grup Timur.
Seluruh tim akan bersaing ketat untuk memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bagi PSPS Pekanbaru, musim ini menjadi ujian besar sekaligus momentum penting untuk kembali menunjukkan kapasitas sebagai salah satu tim yang layak bersaing di papan atas.
Klub berjuluk Askar Bertuah itu dipastikan tergabung di Grup Barat bersama sembilan tim lain yang memiliki kekuatan, sejarah, dan ambisi besar.
Selain PSIS Semarang dan Semen Padang FC, PSPS juga akan menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, Sumsel United, FC Bekasi City, PSGC Cimahi, Persikad Depok, serta Persiku Kudus.
Komposisi tersebut membuat Grup Barat diprediksi menjadi salah satu grup paling sengit musim ini. Kehadiran PSIS Semarang dan Semen Padang FC sebagai tim yang baru turun dari Liga 1 jelas menambah panas persaingan.
Kedua klub itu dipastikan datang dengan target besar untuk segera bangkit dan kembali ke kasta tertinggi. Dengan materi pemain dan pengalaman di level tertinggi, PSIS dan Semen Padang diprediksi menjadi ancaman utama bagi seluruh tim di Grup Barat.
Tak hanya itu, PSMS Medan dan Persiraja Banda Aceh juga menjadi kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kedua tim memiliki basis suporter besar dan sejarah panjang dalam persaingan sepak bola nasional.
Bagi PSPS, menghadapi ketatnya persaingan ini tentu membutuhkan persiapan matang. Manajemen dan tim pelatih dituntut membangun skuad yang solid agar mampu bersaing secara konsisten sepanjang musim.
Apalagi format kompetisi musim ini masih menggunakan sistem triple round robin, yang berarti setiap tim akan bertemu tiga kali di fase grup. Situasi ini membuat setiap pertandingan memiliki nilai penting dan tidak ada ruang untuk kehilangan banyak poin.
Dengan jadwal panjang dan lawan-lawan berat, PSPS Pekanbaru dituntut tampil stabil sejak laga perdana jika ingin menjaga asa promosi.
Kini, harapan besar publik sepak bola Riau kembali bertumpu pada langkah Askar Bertuah. Dukungan suporter diharapkan menjadi kekuatan tambahan agar PSPS mampu melewati persaingan keras dan mewujudkan mimpi kembali ke Liga 1.





