HukrimDumaiRiau

Pelarian Berakhir di Balik Lemari, Polisi Tangkap Pelaku Penikaman Petani di Dumai

×

Pelarian Berakhir di Balik Lemari, Polisi Tangkap Pelaku Penikaman Petani di Dumai

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Lebih dari sebulan buron, pelaku penikaman yang menewaskan seorang petani di Kota Dumai akhirnya berhasil diringkus aparat kepolisian.

Tersangka AR (27) ditangkap saat bersembunyi di dalam kamar sebuah rumah di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.

Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan dari Polsek Sungai Sembilan, Satreskrim Polres Dumai, Satreskrim Polres Rokan Hilir, serta Polsek Tanah Putih Tanjung Melawan.

Kapolsek Sungai Sembilan Iptu Apriadi menjelaskan, keberhasilan tersebut bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan keberadaan tersangka di Jalan Kelapa Gading, Kelurahan Melayu Besar Kota, Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim opsnal langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Setelah memastikan lokasi persembunyian, petugas menyusun strategi penangkapan.

Sekitar pukul 00.30 WIB, tim gabungan melakukan pengepungan di sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persembunyian tersangka.

Operasi dilakukan secara senyap untuk mencegah pelaku melarikan diri.

Saat penggerebekan berlangsung, tersangka ditemukan bersembunyi di dalam kamar, tepatnya di balik lemari.

Tanpa perlawanan berarti, AR akhirnya berhasil diamankan.

Dalam proses interogasi awal, tersangka mengakui perbuatannya.

Ia mengaku telah menikam korban sebanyak tiga kali menggunakan pisau yang sebelumnya diambil dari rumahnya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting.

Di antaranya satu helai singlet berlumur darah, celana jeans pendek milik pelapor yang juga terkena darah, serta satu unit sepeda motor Honda Sonic yang digunakan tersangka saat beraksi dan melarikan diri.

Baca Juga  Kampar Jadi Daerah Paling Diminati Pendatang di Riau, Ini Data Lengkap BPS 2025

Penangkapan ini sekaligus mengakhiri pelarian pelaku yang sempat membuat resah masyarakat.

Selama buron, tersangka diketahui berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat.

Kapolsek menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang memberikan informasi penting kepada kepolisian.

“Ini bentuk sinergi antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Iptu Apriadi.

Dengan tertangkapnya pelaku, polisi kini fokus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasus yang sempat menjadi misteri selama beberapa pekan itu akhirnya mulai menemukan titik terang.

Sebelumnya, INGATLAH.com memberitakan satu per satu fakta dalam kasus dugaan pembunuhan seorang petani di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, mulai terungkap.

Kapolsek Sungai Sembilan, Iptu Apridi, pada Senin (22/6/2026) mengungkapkan bahwa peristiwa tragis tersebut berawal dari cekcok di sebuah warung tuak.

Malam yang semula diisi obrolan santai berubah menjadi tragedi berdarah di Jalan Thomas, Kelurahan Tanjung Penyembal.

Seorang petani bernama Suyetno (41) tewas setelah mengalami penikaman brutal pada Selasa dini hari, 5 Mei 2026.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, tepat di depan warung milik warga.

Berdasarkan keterangan polisi, sebelum kejadian korban sempat duduk bersama pelaku berinisial AR (27), sambil mengonsumsi tuak pada Senin malam (4/5/2026).

“Sekitar pukul 22.00 WIB, suasana berubah tegang. Cekcok mulut antara korban dan pelaku tidak terhindarkan,” kata Kapolsek

Meski sempat mereda, konflik tersebut ternyata menyisakan amarah yang belum padam.

Baca Juga  Mobil Fortuner Tergelincir di Tol Pekanbaru- Bangkinang, Satu Penumpang Luka Berat

Pelaku kemudian meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah.

Namun tanpa sepengetahuan korban dan warga sekitar, AR diduga mengambil sebilah pisau sebelum kembali ke tempat kejadian.

Saat korban hendak pulang sekitar pukul 00.30 WIB, pelaku ternyata sudah menunggu di depan warung.

Ketegangan kembali memuncak. Tanpa banyak kata, pelaku langsung mengeluarkan pisau dari pinggangnya.

Dalam hitungan detik, tiga tusukan mengenai tubuh korban, masing-masing di bagian rusuk kiri, punggung, dan paha.

“Serangan itu membuat korban terkapar bersimbah darah,” ungkapnya.

Warga yang berada di lokasi sempat berupaya melerai. Namun usaha tersebut gagal setelah pelaku mengancam dengan senjata tajam, sehingga warga tidak berani mendekat.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Naray Dumai untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun setelah menjalani perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong. Suyetno dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kematian tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Seorang petani yang menggantungkan hidup dari hasil kebun harus meregang nyawa akibat konflik yang berujung kekerasan.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan menjadi perhatian serius Polsek Sungai Sembilan.

Aparat bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik kejadian tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa emosi yang tidak terkendali dapat berujung fatal.

Dari sebuah warung sederhana, tragedi ini kini menjadi kasus pembunuhan yang mengguncang warga setempat.