Padang

Pacu Ekonomi Pinggiran, Pemko Padang Garap Optimalisasi Delapan Pasar Satelit

×

Pacu Ekonomi Pinggiran, Pemko Padang Garap Optimalisasi Delapan Pasar Satelit

Sebarkan artikel ini
Pacu Ekonomi Pinggiran, Pemko Padang Garap Optimalisasi Delapan Pasar Satelit
Pacu Ekonomi Pinggiran, Pemko Padang Garap Optimalisasi Delapan Pasar Satelit

PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus menggenjot sektor ekonomi kerakyatan dengan memperkuat pengembangan delapan pasar satelit yang tersebar di berbagai wilayah penunjang kota.

Langkah ini ditempuh lewat peningkatan kualitas sarana prasarana, pemenuhan kualifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), hingga penataan zonasi sesuai karakteristik unik masing-masing pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengungkapkan bahwa dari total delapan pasar pembantu tersebut, saat ini dua di antaranya telah sukses menyabet sertifikasi pasar berstandar SNI, yakni Pasar Alai dan Pasar Tanah Kongsi.

“Saat ini Kota Padang memiliki delapan pasar satelit. Dua di antaranya sudah berstandar SNI, yaitu Pasar Alai dan Pasar Tanah Kongsi. Tahun ini kami mempersiapkan Pasar Ulak Karang menjadi pasar SNI sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan pasar,” ujar Fizlan Setiawan di Padang, Jumat (12/6/2026).

Fizlan menjelaskan, arah pengembangan pasar pembantu di Padang ke depan tidak akan seragam, melainkan disesuaikan dengan nilai historis dan karakteristik lingkungannya. Pasar Tanah Kongsi, misalnya, bakal didesain khusus sebagai kawasan heritage (warisan budaya).

Baca Juga  Kebakaran Hanguskan Rumah Sekaligus Toko PMD di Padang, Kerugian Ditaksir Rp750 Juta

Di lokasi tersebut, Pemko Padang akan menonjolkan potensi kuliner tradisional, komoditas kopi khas lokal, serta ragam produk nonbahan pokok lainnya. Strategi ini digerakkan melalui kolaborasi intim bersama pihak kecamatan, komunitas, serta tokoh masyarakat setempat agar daya tarik wisata belanja dapat terbentuk.

Sementara itu, untuk penataan Pasar Banda Buek, Dinas Perdagangan mengambil langkah persuasif dengan memprioritaskan perbaikan fasilitas penunjang terlebih dahulu. Renovasi sarana ini dilakukan secara bertahap sebelum mengeksekusi perpindahan atau penataan para pedagang ke lantai atas, demi menjamin kenyamanan transaksi jual beli.

Gandeng Kementerian PU Benahi Sanitasi Pasar

Fizlan tidak menampik bahwa sejumlah pasar satelit yang belum mengantongi label SNI masih didera kendala klasik fasilitas sanitasi. Fokus pembenahan saat ini diarahkan pada perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan jaringan drainase utama agar kesan pasar yang kumuh bisa dikikis habis.

Baca Juga  Berhasil Diidentifikasi, Ini Identitas 4 Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Maut di Padang Besi

“Kami sudah menganggarkan perbaikan IPAL, terutama di Pasar Belimbing. Meski ada efisiensi anggaran, kebutuhan sarana dan prasarana pasar tetap menjadi prioritas,” tegas Kadis Perdagangan.

Guna menyiasati keterbatasan dana daerah, Pemko Padang bergerak taktis melobi pemerintah pusat. “Kami juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum agar pemenuhan IPAL di seluruh pasar satelit dapat diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2028,” pungkas Fizlan.

Lewat cetak biru pengembangan ini, Pemko Padang berharap seluruh pasar satelit di Kota Bingkuang menjelma menjadi pusat perputaran uang yang bersih, higienis, dan nyaman, sehingga mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat di tiap-tiap wilayah kelurahan secara merata.