INGATLAH.COM – Ambulans yang terlibat kecelakaan maut di Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) ternyata tengah membawa pasien sakit jantung dari Bagan Siapi-api menuju Pekanbaru.
Insiden tragis tersebut terjadi di KM 25+800 B wilayah Kabupaten Siak, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 23.45 WIB.
Kecelakaan ini mengakibatkan tiga penumpang ambulans meninggal dunia, sementara pasien yang dirujuk justru berhasil selamat.
Berdasarkan data kepolisian, ambulans bernomor polisi BM 7113 P yang dikemudikan Doni Afrizal (39) melaju dari arah gerbang Tol Bathin Solapan menuju Pekanbaru.
Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan diduga hilang kendali hingga menabrak bagian samping kiri truk trailer yang berada di depannya.
Benturan keras membuat sopir ambulans panik dan membanting setir, sehingga kendaraan terbalik di badan jalan tol.
Tiga korban meninggal dunia masing-masing Ade Misra (38), Kasih Afrianti (38), serta Winda Handasari (37), seorang perawat yang turut mendampingi pasien selama perjalanan.
Sementara satu penumpang lainnya, Endi (62), mengalami luka ringan.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
“Kasus kecelakaan ini langsung ditangani oleh petugas di lapangan. Saat ini masih didalami penyebab pastinya,” ujar Jeki, Senin (8/6/2026).
Terpisah, Kasat PJR Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara, menambahkan bahwa ambulans tersebut membawa pasien jantung yang dirujuk ke RS Eka Hospital Pekanbaru.
“Korban meninggal dunia terdiri dari dua orang keluarga pasien dan satu tenaga medis. Sementara pasien berhasil selamat,” jelas Eko.
Petugas Sat PJR yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk mengevakuasi korban, mengamankan barang bukti, serta melakukan olah tempat kejadian perkara.
Penanganan lebih lanjut kini dilakukan Unit Laka Lantas Polsek Kandis, Polres Siak.
Polisi juga masih memburu sopir truk trailer yang dilaporkan meninggalkan lokasi usai kejadian.
Akibat insiden ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta.





