RiauPekanbaru

Seminggu Lagi Panen, Kebun Semangka Untung Ludes Dilalap Kawanan Gajah di Pekanbaru

×

Seminggu Lagi Panen, Kebun Semangka Untung Ludes Dilalap Kawanan Gajah di Pekanbaru

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Harapan seorang petani buah bernama Untung untuk menikmati hasil panen semangka yang telah dirawat berbulan-bulan pupus dalam semalam.

Kebun semangka seluas 1,5 hektare miliknya di Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, porak-poranda setelah diserbu kawanan gajah Sumatera.

Saat meninjau lahannya, Selasa (2/6/2026), raut kesedihan tampak jelas di wajah pria tersebut.

Langkahnya pelan menyusuri kebun yang kini dipenuhi tanaman rusak dan buah-buah semangka yang telah habis dimakan.

Sesekali Untung memungut sisa buah yang tinggal kulitnya saja, seolah tak percaya hasil jerih payahnya lenyap begitu saja.

Padahal, panen semangka merah dan kuning yang dinantikannya hanya tinggal hitungan hari.

“Mau panen seminggu lagi,” ucapnya lirih.

Tak hanya kebun semangka yang menjadi sasaran. Kawanan gajah juga merusak kebun cabai miliknya yang berada tak jauh dari lokasi.

Menurut Untung, seluruh tanaman semangka di lahan seluas 1,5 hektare habis tak bersisa.

Sementara kebun cabai seluas seperempat hektare mengalami kerusakan sekitar 50 persen.

Akibat kejadian itu, kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai Rp30 juta.

Baca Juga  Hak Jawab dan Klarifikasi Terhadap Berita Warga Kecewa Layanan 110 Tidak Direspon

“Kalau kerugian sekitar Rp30 juta,” katanya.

Untung menceritakan, kawanan gajah masuk ke areal perkebunan pada Rabu (27/5/2026) malam. Ia bergegas menuju lokasi setelah mendapat kabar dari warga sekitar.

Saat tiba di kebun, ia mendapati sekitar 11 ekor gajah, termasuk beberapa anak gajah, telah berada di dalam area perkebunan.

“Rombongan gajah ada sekitar 11 ekor sama anaknya. Mereka masuk menjebol pagar beton. Kebetulan malam itu tidak ada penjagaan,” ujarnya.

Keesokan paginya, pemandangan yang dilihatnya membuat hati hancur. Hampir seluruh buah semangka yang siap dipanen telah habis dimakan.

“Habis semuanya. Kebun cabai habis separuh,” katanya.

Konflik dengan kawanan gajah sebenarnya bukan hal baru bagi Untung. Dalam lima hingga enam bulan terakhir, satwa liar itu beberapa kali memasuki kawasan perkebunan warga.

Namun, serangan kali ini disebut sebagai yang paling parah.

“Pernah juga gajah datang merusak kebun, tapi yang paling parah kali ini. Sekarang kebun kami jaga malam hari, sudah lima malam berturut-turut. Tidak ada datang lagi karena semangkanya sudah habis,” tuturnya.

Baca Juga  Polsek Rumbai Barat Dampingi Petani Pepaya di Agrowisata, Perkuat Ketahanan Pangan dari Tingkat Kelurahan 

Meski mengalami kerugian besar, Untung mengaku tidak menyalahkan apalagi berniat menyakiti satwa yang dilindungi tersebut.

Ia memilih pasrah menerima kenyataan pahit yang menimpanya.

“Ya, mau gimana lagi. Mereka satwa liar dan dilindungi. Mungkin ini sudah nasib,” ujarnya.

Kini yang paling dipikirkannya adalah bagaimana melanjutkan usaha bertani.

Seluruh hasil panen yang seharusnya menjadi modal untuk penanaman berikutnya telah lenyap.

Apalagi lahan yang digarapnya bukan milik pribadi, melainkan lahan sewaan dengan biaya Rp2 juta per tahun.

“Tak ada modal mau nanam baru lagi. Lahan ini punya orang, saya sewa Rp2 juta setahun. Harapan saya, ya kalau boleh pemerintah mau bantu saya,” harapnya.

Sementara itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah menurunkan tim ke lokasi untuk menangani konflik satwa tersebut.

Petugas melakukan upaya penggiringan kawanan gajah kembali menuju kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim yang berada tidak jauh dari lokasi perkebunan warga.