INGATLAH.COM – Musim 2025/2026 menjadi salah satu musim paling bersejarah dalam karier kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam.
Di tengah persaingan ketat memperebutkan posisi penjaga gawang utama, pemain asal Sumatera Barat itu justru berhasil menorehkan rekor baru di sepak bola Indonesia.
Tak hanya itu, ia sekaligus membawa Persib Bandung meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Teja sukses mencatatkan 18 clean sheet sepanjang musim BRI Super League 2025/2026.
Torehan tersebut menjadikannya sebagai pemegang rekor clean sheet terbanyak dalam satu musim kompetisi Liga Indonesia, melampaui catatan legenda Persipura Jayapura, Yoo Jae Hoon, yang mengemas 17 clean sheet pada musim 2013.
Pencapaian itu disambut penuh rasa syukur oleh Teja. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa mengukir sejarah sekaligus menjadi bagian penting dalam kesuksesan Persib musim ini.
“Alhamdulillah bisa mendapatkan rekor tersebut. Semua yang saya dapat juga berkat bantuan teman-teman. Semoga rekor clean sheet ini bisa bertahan dan suatu saat bisa saya pecahkan lagi sendiri,” ujar Teja.
Tak hanya memecahkan rekor individu, kiper berusia 32 tahun itu juga berhasil mencatat prestasi luar biasa bersama Maung Bandung.
Gelar musim ini menjadi trofi ketiga secara beruntun yang diraihnya bersama Persib setelah sebelumnya merasakan manisnya juara pada musim 2023/2024 dan 2024/2025.
Bagi Teja, hattrick gelar juara bersama Persib merupakan pencapaian terbesar dalam perjalanan karier profesionalnya.
“Hattrick juara bagi saya adalah pencapaian yang luar biasa. Bisa membantu Persib menjadi juara tiga kali tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” katanya.
Perjalanan Teja menuju titik ini tidaklah mudah. Bergabung dengan Persib pada tahun 2020, ia harus menunggu hingga musim keempat untuk merasakan gelar juara pertamanya.
Dalam beberapa musim terakhir, Teja juga harus bersaing dengan sejumlah kiper asing berkualitas yang didatangkan pelatih Bojan Hodak, seperti Kevin Ray Mendoza asal Filipina dan Adam Przybek dari Wales.
Persaingan itu justru menjadi motivasi tambahan bagi Teja untuk terus meningkatkan kualitas permainannya.
Kesempatan besar datang ketika Adam Przybek mengalami cedera pada awal musim, yang membuat Teja mendapat kepercayaan lebih besar untuk mengawal gawang Persib.
Kepercayaan tersebut berhasil dijawab dengan penampilan konsisten sepanjang musim. Selain menjadi tembok kokoh di bawah mistar, Teja juga berperan penting dalam menjaga stabilitas permainan Persib hingga akhirnya kembali mengangkat trofi juara.
“Awalnya saya hanya berpikir untuk bisa bermain. Saya berterima kasih kepada Coach Bojan dan Coach Mario yang sudah memberikan kepercayaan. Saya benar-benar tidak menyangka bisa meraih hattrick juara sekaligus mencatatkan 18 clean sheet musim ini,” ungkapnya.
Dengan rekor baru yang berhasil diukir dan tiga gelar juara beruntun bersama Persib Bandung, nama Teja Paku Alam kini resmi masuk dalam daftar penjaga gawang terbaik yang pernah mewarnai kompetisi sepak bola Indonesia.
Musim yang awalnya penuh tantangan itu pun berakhir dengan cara yang sempurna bagi sang kiper dan Maung Bandung.





