INGATLAH.COM – Kegagalan Persis Solo mempertahankan tempat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia menyisakan kekecewaan mendalam bagi gelandang serang asal Brasil, Dimitri Lima.
Meski demikian, pemain yang menjadi motor permainan Laskar Sambernyawa itu tetap optimistis timnya mampu segera kembali ke kompetisi elite pada musim mendatang.
Persis dipastikan terdegradasi dari BRI Super League usai gagal memenuhi target bertahan hingga akhir musim 2025/2026.
Situasi tersebut menjadi pukulan berat bagi seluruh elemen tim, termasuk Dimitri Lima yang sepanjang musim berjuang membawa Persis keluar dari zona berbahaya.
“Sayangnya kami tidak berhasil mencapai tujuan, yaitu bertahan di BRI Super League. Tapi saya percaya bahwa klub ini akan kembali ke tempat yang layak,” ujar Dimitri Lima.
Pemain berusia 28 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya bersama seluruh pemain telah berusaha keras sepanjang musim untuk menyelamatkan Persis dari degradasi.
Namun hasil akhir tidak berpihak kepada klub kebanggaan masyarakat Solo tersebut.
“Saya sudah bekerja sangat keras. Saya juga selalu menuntut diri sendiri agar bisa tampil lebih baik di setiap pertandingan,” katanya.
Meski harus menerima kenyataan pahit turun kasta, Dimitri tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan rekan-rekannya.
Ia menilai tim telah menunjukkan semangat juang hingga laga terakhir musim ini.
Persis menutup kompetisi dengan kemenangan yang sempat menghadirkan kebanggaan tersendiri.
Namun hasil tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Laskar Sambernyawa dari jurang degradasi.
“Saya senang dengan penampilan tim dan kami berhasil menang di pertandingan terakhir. Tapi saya sedih karena kami harus degradasi,” ungkapnya.
Di tengah kekecewaan yang dirasakan, Dimitri juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para suporter Persis Solo yang dinilainya selalu memberikan dukungan luar biasa sepanjang musim, baik saat tim berada dalam kondisi terbaik maupun ketika menghadapi masa-masa sulit.
“Saya ingin berterima kasih kepada para suporter atas dukungan dan semua kasih sayang yang luar biasa selama satu musim ini,” tuturnya.
Pernyataan Dimitri Lima menjadi cerminan kesedihan yang dirasakan keluarga besar Persis Solo.
Namun di balik kekecewaan tersebut, tersimpan harapan besar agar Laskar Sambernyawa mampu bangkit dan segera kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kini, tantangan baru menanti Persis Solo. Dengan dukungan suporter yang tetap setia dan semangat untuk bangkit, klub asal Kota Bengawan itu diharapkan mampu menjadikan degradasi sebagai pelajaran untuk kembali lebih kuat pada musim-musim mendatang.





