PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengingatkan masyarakat Riau untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada Minggu (31/5/2026).
Meski sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan, hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah daerah mulai siang hingga dini hari.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN, mengatakan berdasarkan hasil pengamatan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah terpantau sejak pagi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
“Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca BMKG terpantau hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Indragiri Hilir,” ujar Indah.
Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan bersifat lokal diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Kampar, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, dan Kepulauan Meranti.
Pada malam hari, potensi hujan masih berlanjut di sejumlah daerah tersebut. Sementara menjelang dini hari, hujan ringan diprediksi mengguyur wilayah Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, hingga Kota Pekanbaru.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti pada malam hingga dini hari.
“Warga di wilayah yang berpotensi terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang dapat memicu genangan, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas transportasi,” kata Indah.
Secara umum, suhu udara di Provinsi Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Sementara itu, kondisi perairan di wilayah Riau relatif aman. Tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah.
Di tengah potensi hujan tersebut, BMKG juga mencatat lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera. Berdasarkan pembaruan data pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 620 hotspot yang tersebar di berbagai provinsi.
Aceh menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi yakni 347 titik, disusul Sumatera Utara sebanyak 67 titik, Sumatera Barat 58 titik, Sumatera Selatan 56 titik, Bangka Belitung 39 titik, Jambi 26 titik, Bengkulu 18 titik, dan Lampung 3 titik.
Untuk Provinsi Riau, BMKG mendeteksi enam titik panas yang tersebar di tiga kabupaten. Kabupaten Rokan Hilir menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak yakni empat titik, sedangkan Kabupaten Rokan Hulu dan Indragiri Hulu masing-masing satu titik.
“Di wilayah Riau terpantau enam hotspot yang tersebar di Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu dan Indragiri Hulu,” jelas Indah.
Meski jumlah hotspot di Riau masih tergolong rendah dibandingkan provinsi lain di Sumatera, masyarakat tetap diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas pembakaran terbuka lainnya.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang telah terdeteksi memiliki titik panas.





