INGATLAH.COM – Khairul Farwis dan timnya Ocm Madina tampil perkasa pada laga pembuka Turnamen Sepak Bola FE Cup 2 Regional Sumatera, Sabtu (30/5/2026).
Pada laga itu, tim Guguak Putra FC harus rela dikalahkan dengan skor 2-4 di Stadion H. Marah Adin, Kota Solok itu.
Kemenangan telak yang juga bernama Old Crack FC itu tidak lepas dari penampilan gemilang Khairul Farwis yang memborong seluruh gol timnya.
Striker andalan tersebut mencatatkan quatrick masing-masing pada menit ke-6, 28, 65, dan 79.
Sementara itu, dua gol balasan Guguak Putra FC dicetak oleh Kazan Fananda pada menit ke-43 dan Dafikar Putra pada menit ke-63.
Laga penuh drama itu sempat berjalan imbang.
-
Jalannya Pertandingan
Pertandingan sejatinya berlangsung sengit sejak menit awal. Old Crack FC langsung membuka keunggulan melalui gol cepat Khairul Farwis pada menit keenam sebelum kembali menggandakan skor pada menit ke-28.
Guguak Putra FC sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Kazan Fananda menjelang turun minum.
Memasuki babak kedua, penyerang Guguak Putra FC, Dafikar Putra berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-63.
Namun, skor imbang hanya bertahan singkat.
Dua menit berselang, Khairul Farwis kembali mencatatkan namanya di papan skor dan membawa Old Crack FC unggul 3-2.
Tak lama, gol keempat yang dicetaknya pada menit ke-79 sekaligus memastikan kemenangan 2-4 bagi Old Crack FC.
Laga pembuka tersebut menjadi penanda dimulainya Turnamen Sepak Bola FE Cup 2 Regional Sumatera yang resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.
Turnamen yang berlangsung di Kota Solok itu diikuti 32 klub dari empat provinsi, yakni Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Utara.
Para peserta akan bersaing memperebutkan gelar juara hingga partai final yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Mahyeldi mengapresiasi perantau asal Singkarak, Fadlul Efendi, yang dinilai konsisten berkontribusi untuk pembangunan kampung halaman melalui sektor pendidikan, pariwisata, dan olahraga.
Menurutnya, penyelenggaraan FE Cup 2 tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan aktivitas UMKM, sektor kuliner, perhotelan, dan jasa transportasi.
“Kami sangat mengapresiasi peran Pak Fadlul Efendi dalam membangun daerah. Turnamen ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus bagi pergerakan ekonomi daerah,” ujar Mahyeldi.
Senada dengan itu, Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, mengatakan FE Cup telah memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah sejak pertama kali digelar.
Ia menilai kehadiran pemain, ofisial, dan suporter dari berbagai daerah menjadi momentum penting untuk mempromosikan Kota Solok sekaligus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.
Dengan melibatkan puluhan klub dari berbagai provinsi dan berlangsung selama lebih dari satu bulan, FE Cup 2 Regional Sumatera diharapkan tidak hanya melahirkan bibit-bibit pesepak bola berbakat.
“Kami juga berharap sepakbola juga menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah serta mempererat hubungan antara ranah dan rantau,” pungkasnya.





