PEKANBARU — Bupati Afni Zulkifli menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar benar-benar memberikan manfaat bagi daerah.
Pernyataan itu disampaikan Afni saat menghadiri peluncuran Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berbasis ISO 37001:2025 dan Whistleblowing System (WBS) di Fave Hotel Pekanbaru, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan diawali dengan penandatanganan pakta integritas oleh Direktur PT Bumi Siak Pusako Zapin, Muttaqim, bersama Komisaris Jhon Priandi, yang disaksikan langsung oleh Bupati Siak.
Dalam sambutannya, Afni mengapresiasi langkah transformasi dan inovasi yang dilakukan BSP Zapin dalam memperkuat transparansi tata kelola perusahaan.
Menurut dia, keberadaan BUMD harus memberikan dampak nyata bagi daerah. “Kalau tidak memberi manfaat, untuk apa dipertahankan? Hari ini daerah menanggung beban yang tidak sedikit dari BUMD. Bahkan ada yang secara keuangan nol, tetapi bisnis tetap berjalan tanpa dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Afni menyoroti berkurangnya dana transfer pemerintah pusat ke daerah yang menuntut peningkatan kemandirian daerah melalui penguatan BUMD. Namun, ia menilai masih ada paradigma lama yang menjadikan BUMD sekadar tempat “menumpang”, bukan tempat bertumbuh.
“Kalau pola ini dipertahankan, BUMD tidak akan pernah maju. Karena itu, saya melihat semangat baru dari BSP Zapin. Dengan segala keterbatasan, mereka mampu berinovasi. Ini sinyal positif perubahan paradigma,” katanya.
Afni juga menekankan pentingnya siklus kebijakan yang berkelanjutan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga perbaikan. Menurut dia, sistem tersebut harus dijalankan secara konsisten, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.
Ia mengingatkan agar implementasi SMAP dan WBS tidak berhenti pada seremoni semata. “Semangatnya harus dijaga. Mulai dari lingkup kecil, lalu berkembang ke skala lebih besar. Ini bagian dari kontrol bersama,” ujarnya.
Selain itu, Afni menegaskan bahwa setiap pihak yang bekerja di ruang publik harus siap diawasi sebagai bentuk akuntabilitas.
Terkait kinerja BUMD, Afni meminta direksi menetapkan target yang realistis dan terukur.
“Kalau berani menargetkan dividen Rp300 miliar, harus siap dengan konsekuensinya. Jika tidak tercapai, mundur. Tetapi kalau belum mampu, sampaikan target realistisnya secara jujur,” katanya.
Di tengah tantangan global dan persoalan energi di daerah, Afni menilai BUMD seperti BSP memiliki peluang strategis untuk berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Siak.
“Saya mengajak seluruh jajaran BUMD, khususnya BSP Zapin, untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Jangan berhenti pada seremoni, buktikan dengan kinerja nyata,” tuturnya.*





