HukrimPekanbaruRiau

2 Tahun Terakhir, Polda Riau Sudah Tangkap Lebih dari 4.000 Tersangka Kasus Narkoba

×

2 Tahun Terakhir, Polda Riau Sudah Tangkap Lebih dari 4.000 Tersangka Kasus Narkoba

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Angka pengungkapan kasus narkoba di Riau menunjukkan situasi yang sangat memprihatinkan.

Sepanjang 2025, aparat berhasil mengungkap ribuan kasus dengan barang bukti mencapai lebih dari satu ton, sebuah jumlah yang menggambarkan betapa masifnya peredaran narkotika di wilayah ini.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Putu Yudha Prawira, mengungkapkan bahwa selama tahun 2025 tercatat sebanyak 2.506 kasus narkoba berhasil diungkap, dengan jumlah tersangka mencapai 3.643 orang.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita barang bukti narkotika dengan total berat 1.022.058,07 gram atau sekitar 1,02 ton.

“Ini angka yang sangat besar dan menjadi peringatan serius bagi kita semua terkait peredaran narkoba di Riau,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolsek Bukitraya Dorong Pembinaan Atlet Muda Lewat Turnamen Bhabinkamtibmas Cup II

Adapun jenis narkotika yang disita sepanjang 2025 sangat beragam, mulai dari sabu, ganja, ekstasi, happy five, heroin, ketamin, hingga zat-zat baru seperti happy water dan etomidate.

Memasuki tahun 2026, tren pengungkapan masih terus berlanjut. Dalam periode Januari hingga akhir April 2026 saja, Polda Riau telah mengungkap 1.066 laporan kasus dengan total 1.471 tersangka.

Dari kasus tersebut, aparat kembali mengamankan barang bukti dalam jumlah signifikan, yakni 213.595,3 gram atau sekitar 213,5 kilogram narkotika.

Jenis narkoba yang disita pada awal 2026 ini juga masih didominasi sabu, ganja, ekstasi, dan happy five.

Baca Juga  Polsek Payung Sekaki Panen 1,5 Ton Jagung dari Lahan Ketahanan Pangan

Selain itu, turut ditemukan heroin, ketamin, etomidate, serta alprazolam yang termasuk dalam kategori obat berbahaya jika disalahgunakan.

Putu Yudha menegaskan bahwa tingginya angka pengungkapan ini menunjukkan dua sisi sekaligus: keberhasilan aparat dalam menindak jaringan narkoba, namun juga menjadi indikator bahwa peredaran narkotika masih sangat masif.

“Kami akan terus meningkatkan upaya penindakan dan pencegahan. Ini tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada dan aktif melaporkan jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar, demi menekan angka penyalahgunaan yang terus meningkat.